Jabaronline.com– Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau langsung progres normalisasi Sungai Cisunggalah pada hari ketiga pelaksanaan, yang dikerjakan melalui kolaborasi pentahelix, di Desa Cibodas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Kamis (23/4/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS menjelaskan, Sungai Cisunggalah memiliki panjang sekitar 5 kilometer dan melintasi empat desa. Aliran sungai tersebut dimulai dari Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, kemudian melewati Desa Panyadap dan Padamukti, hingga berakhir di Desa Cibodas, Kecamatan Solokanjeruk.

“Sungai Cisunggalah ini bermuara ke Sungai Citarik yang mengalir hingga Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang. Dalam proses normalisasi ini, lebar sungai akan dikembalikan menjadi 8 meter,” ujar Dadang.

Ia menegaskan, percepatan normalisasi sungai dilakukan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat penanganan persoalan banjir dan tata kelola aliran sungai di wilayah Kabupaten Bandung.

Pemerintah Kabupaten Bandung juga mendapat dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dalam pelaksanaan normalisasi ini.

“Alhamdulillah, normalisasi Sungai Cisunggalah berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak. Ini merupakan wujud nyata kolaborasi pentahelix. Targetnya, lebar sungai kembali ke 8 meter sepanjang 5 kilometer,” katanya.

Lebih lanjut, Dadang mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait dukungan penanganan banjir di wilayah tersebut. Usulan tersebut mendapat dukungan setelah difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.

Beberapa program yang disetujui antara lain normalisasi Sungai Cisunggalah, pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, serta pembangunan kolam retensi di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek.