JABARONLINE.COM - Akses transportasi melalui Jembatan Serayu di Kabupaten Banyumas dijadwalkan akan mengalami penutupan total bagi semua jenis kendaraan selama 45 hari. Penutupan ini akan berlangsung mulai tanggal 15 Juni hingga 30 Juli 2026 mendatang guna mendukung proyek rehabilitasi besar-besaran pada struktur lantai jembatan, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Langkah perbaikan ini diambil setelah evaluasi teknis menunjukkan adanya kerusakan yang cukup signifikan pada bagian lantai dasar infrastruktur tersebut. Proyek yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini difokuskan pada bentang jembatan sepanjang 69,30 meter dengan alokasi anggaran mencapai Rp 2,6 miliar.

"Mulai ditutup total 15 Juni hingga 30 Juli 2026. Kondisi plat lantai jembatan sudah keropos dan akan kita ganti setelah 34 tahun, di mana sebelumnya hanya dilakukan pemeliharaan berkala saja," ujar Nandang Sungkono, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Jawa Tengah.

Selain penggantian plat lantai, perbaikan teknis juga akan menyasar komponen vital lainnya untuk memastikan keamanan jangka panjang. Beberapa aspek yang akan diperbaiki meliputi penggantian baut angkur, elastomer, hingga penguatan pada bagian dinding penahan tanah agar struktur jembatan tetap kokoh.

"Memang perlu kita tangani dengan pergantian lantai plat secara menyeluruh. Jika tidak segera dilakukan, risiko kerusakan akan menjadi jauh lebih serius di masa depan," tambah Nandang Sungkono.

Masyarakat diimbau untuk memaklumi bahwa dalam proyek ini pemerintah tidak menyediakan jembatan darurat bagi pengguna jalan. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis di sekitar lokasi proyek, terutama lebar Sungai Serayu yang tidak memungkinkan untuk pembangunan struktur sementara.

"Kami tidak akan membangun jembatan darurat karena bentang sungainya terlalu lebar dan tidak tersedianya lahan yang memungkinkan untuk itu," jelas Nandang Sungkono.

Sebagai solusi praktis untuk meminimalkan durasi gangguan mobilitas, pihak pelaksana proyek akan menerapkan jadwal kerja yang sangat padat. Para pekerja konstruksi akan dikerahkan secara maksimal guna memastikan target penyelesaian 45 hari dapat tercapai atau bahkan lebih cepat.

"Teknis pengerjaan akan dilakukan dalam dua sif, bahkan akan dilembur hingga 24 jam penuh. Kami terus mendorong agar proyek ini bisa selesai lebih cepat dari target yang ditentukan," kata Nandang Sungkono.