JABARONLINE.COM - Partai NasDem memberikan respons resmi terkait usulan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang merekomendasikan pembatasan masa kepemimpinan ketua umum partai politik maksimal hanya dua periode. Respons ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Taslim, pada hari Kamis (23/4/2026).

Wacana pembatasan masa jabatan ini mencuat setelah Direktorat Monitoring KPK merampungkan kajian mendalam mengenai tata kelola partai politik sepanjang tahun 2025. Kajian tersebut bertujuan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan kepartaian.

Temuan dari kajian KPK tersebut menghasilkan rumusan sebanyak 16 rekomendasi, yang didasarkan pada identifikasi empat poin masalah utama dalam sistem kepartaian yang berlaku di Indonesia saat ini.

Hermawi Taslim menyatakan bahwa masukan dari KPK tersebut sangat dihargai oleh internal partainya. "Rekomendasi KPK tentang sebaiknya masa kepentingan seorang ketum partai adalah dua periode menurut saya merupakan masukan yang berharga buat kita semua termasuk buat partai-partai," kata Hermawi Taslim, Sekjen NasDem.

Namun, Hermawi menekankan bahwa dinamika internal partai politik memiliki kerumitan yang jauh melampaui kerangka kajian teknis yang dimiliki oleh KPK. Menurutnya, aspek yang dikaji oleh lembaga antirasuah tersebut belum sepenuhnya mencakup seluruh realitas yang ada di lapangan.

Ia melanjutkan bahwa proses penentuan figur seorang ketua umum bukanlah perkara yang mudah dan melibatkan banyak pertimbangan multidimensi. "Meskipun urusan kepemimpinan di partai tentu tidak sesederhana yang dikaji oleh KPK," sambung Hermawi Taslim, Sekjen NasDem.

Berbagai variabel kompleks turut menentukan terpilihnya seseorang sebagai nakhoda partai, termasuk alasan mengapa sebuah figur dipertahankan dalam periode kepemimpinan yang panjang. "Ada multi-aspek yang menentukan seorang dipilih menjadi ketua umum. Banyak sekali pertimbangan dan varian seorang tokoh itu masih dipertahankan oleh sebuah partai," ujar Hermawi Taslim, Sekjen NasDem.

Menanggapi isu regenerasi, Sekjen NasDem mengklaim bahwa partainya telah menjalankan proses pembinaan kader secara sistematis dan berkelanjutan sejak lama. Ia menyoroti keberadaan lembaga pendidikan internal partai sebagai pusat utama dalam mencetak kader baru.

Partai NasDem mengklaim memiliki keunggulan dalam hal kaderisasi melalui kehadiran Akademi Bela Negara (ABN). "Mungkin NasDem merupakan salah satu partai yang terdepan karna sejak awal telah memiliki akademi bela negara (ABN) yang merupakan sentral kawah candradimuka kaderisasi berjenjang Partai NasDem," jelas Hermawi Taslim, Sekjen NasDem.