JABARONLINE.COM - Penemuan besar puluhan kilogram kokain di perairan Kabupaten Sumenep baru-baru ini telah memicu perhatian serius dari aparat penegak hukum di Jawa Timur. Kejadian ini mengindikasikan adanya pergeseran signifikan dalam peta distribusi narkotika internasional yang kini menyasar wilayah pesisir Madura.
Peristiwa ini menjadi sorotan utama karena wilayah Sumenep sebelumnya tidak dikategorikan sebagai zona merah terkait peredaran narkotika kelas berat. Namun, penemuan pada hari Senin (4/5/2026) membuktikan bahwa kawasan tersebut kini telah dimanfaatkan sebagai pintu masuk barang haram oleh jaringan internasional.
Polda Jawa Timur segera menindaklanjuti temuan ini dengan mengidentifikasi bahwa barang bukti tersebut merupakan bagian dari sindikat kejahatan lintas negara yang terorganisir. Jaringan global tersebut diduga memanfaatkan perairan yang tampak tenang di kawasan tersebut sebagai lokasi transit strategis.
Dilansir dari Detikcom, Polda Jatim menilai bahwa perairan yang selama ini terlihat damai kini telah menjadi titik vital bagi jaringan narkotika global. Mereka memanfaatkan lokasi ini sebelum mengedarkan kokain tersebut ke wilayah lain di Indonesia maupun sekitarnya.
Kapolda Jatim, Irjen Nanang Avianto, menegaskan bahwa sumber kokain tersebut sangat mungkin berasal dari luar negeri. Penilaian ini didasarkan pada fakta bahwa produksi komoditas narkotika jenis kokain secara global terkonsentrasi di wilayah tertentu di dunia.
"Karena mengacu pada data UNODC yaitu budidaya kokain terpusat di Amerika Selatan, di Kolombia, penemuan di Sumenep ini termasuk indikasi kuat masuknya jalur perdagangan gelap internasional ke perairan kita," tegas Nanang Avianto, Kapolda Jatim.
Nanang Avianto menambahkan bahwa catatan kepolisian sebelumnya menempatkan Madura dalam kategori zona kuning, bukan zona merah utama. Meskipun demikian, status tersebut justru dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksi penyelundupan dalam volume yang sangat besar.
"Ini menjadi peringatan bahwa wilayah pesisir yang kelihatannya rendah kasus atau rawan, ini dimanfaatkan sebagai jalur transit," ujar Nanang Avianto, Kapolda Jatim.
Lebih lanjut, Jenderal bintang dua tersebut menekankan pentingnya peran serta masyarakat pesisir dalam menjaga keamanan wilayah mereka. Partisipasi aktif warga dalam melaporkan aktivitas yang mencurigakan dianggap sebagai kunci utama dalam upaya memutus rantai peredaran narkotika kelas kakap ini.
