JABARONLINE.COM - Pasar finansial global dikejutkan oleh lonjakan drastis nilai logam mulia pada perdagangan Senin malam, 2 Maret 2026. Kenaikan signifikan ini terjadi secara instan menyusul pecahnya konflik bersenjata yang melibatkan kekuatan besar di Timur Tengah. Para pelaku pasar bereaksi cepat terhadap dinamika keamanan internasional yang memanas secara tiba-tiba tersebut.
Berdasarkan laporan terbaru, harga emas dunia terpantau melambung lebih dari 2% hanya dalam waktu singkat. Lonjakan ini dipicu oleh aksi militer Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan melancarkan serangan udara ke wilayah Iran. Situasi tersebut menciptakan kekhawatiran besar di lantai bursa mengenai potensi eskalasi perang yang berkepanjangan.
Ketegangan geopolitik yang melibatkan kekuatan militer utama dunia ini mendorong investor untuk segera mengamankan modal mereka. Emas kembali membuktikan perannya sebagai aset pelindung nilai atau safe haven yang paling diandalkan saat terjadi krisis global. Banyak pihak memprediksi bahwa ketidakpastian ini akan memicu pergeseran portofolio investasi secara besar-besaran.
Mengutip data perdagangan global dari Reuters, pergerakan harga emas spot mencatatkan kenaikan sebesar 2,1% hingga menyentuh angka US$ 5.388,59 per ons troi. Angka tersebut tercatat pada pukul 19.55 WIB dan menjadi pencapaian tertinggi dalam kurun waktu lebih dari empat pekan terakhir. Kondisi ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap aset aman di tengah ancaman perang.
Tidak hanya di pasar spot, penguatan tajam juga terlihat jelas pada kontrak emas berjangka di bursa Amerika Serikat. Instrumen investasi ini meroket hingga 3% dan sempat bertengger di posisi US$ 5.404,20 per ons troi pada sesi perdagangan yang sama. Tren kenaikan ini diprediksi masih akan berlanjut selama tensi peperangan di wilayah tersebut belum mereda.
Serangan mendadak ke Iran telah mengubah proyeksi ekonomi global secara keseluruhan hanya dalam waktu semalam. Para pengamat memandang bahwa ketidakpastian politik di kawasan Teluk selalu menjadi katalisator utama bagi kenaikan harga komoditas logam mulia. Investor kini cenderung menghindari aset berisiko tinggi seperti saham dan memilih mengalihkan dana mereka ke emas.
Hingga berita ini diturunkan, pergerakan harga emas masih menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi di pasar internasional. Masyarakat dan pelaku usaha terus memantau perkembangan terkini dari medan konflik di Timur Tengah untuk menentukan langkah investasi berikutnya. Keamanan aset menjadi prioritas utama di tengah ancaman stabilitas dunia yang kian rapuh akibat perang.
Sumber: Beritasatu
