JABARONLINE.COM - Pendakian gunung, terlepas dari jenis kelamin pendaki, menuntut perhatian khusus terhadap kebersihan diri demi menjaga kenyamanan fisik dan kesehatan kulit. Hal ini ditekankan oleh pendaki wanita, Furky Syahroni, yang membagikan prinsip perawatan diri fungsional saat berada di tengah keterbatasan fasilitas pegunungan.

Dilansir dari Detik Travel, Furky menyoroti bahwa pengalaman berpetualang yang menyenangkan sangat bergantung pada kondisi fisik, terutama kesehatan kulit yang rentan terdampak cuaca tak menentu di ketinggian. Oleh karena itu, ia menganjurkan penerapan rutinitas perawatan yang praktis namun efektif.

Furky Syahroni memberikan resep sederhana untuk menjaga kebersihan di jalur pendakian, menekankan pada pembersihan rutin area tubuh yang rentan bakteri. "Yang paling penting sederhana: rajin bersihkan wajah dan bagian-bagian tubuh yang sering tumbuh bakteri semampunya. Pakai sunscreen, tetap terhidrasi, dan jangan malas mengganti pakaian yang basah," ujar Furky pada Selasa, 21 April 2026.

Ia juga menyarankan agar rangkaian produk skincare yang dibawa harus ringkas, namun tetap memberikan manfaat maksimal tanpa menambah beban ransel secara signifikan. Prinsip ini bertujuan menjaga efektivitas perawatan sambil memastikan beban bawaan tetap ringan sepanjang perjalanan.

Salah satu tantangan spesifik yang dihadapi pendaki wanita adalah manajemen siklus menstruasi yang dapat datang mendadak di tengah perjalanan. Furky menegaskan bahwa persiapan perlengkapan yang matang adalah kunci untuk mengatasi situasi ini dengan tenang.

"Baik sedang datang bulan atau tidak, membawa pembalut adalah wajib bagi saya, sama seperti membawa obat-obatan," kata Furky, menekankan bahwa perlengkapan sanitasi harus dianggap sepenting perbekalan medis.

Aspek manajemen limbah sanitasi juga menjadi perhatian utama Furky, mengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan gunung. Ia sangat merekomendasikan penggunaan tas kedap air atau kantong khusus untuk menampung seluruh sampah pribadi.

Semua sampah sanitasi, termasuk pembalut bekas, wajib dibawa turun kembali dan tidak boleh ditinggalkan sedikit pun di area pendakian sebagai bentuk tanggung jawab ekologis. Selain itu, membawa stok tisu dan celana dalam cadangan dinilai krusial untuk kenyamanan saat berjalan jauh.

Selain tips kebersihan, Furky, yang aktif mendaki bersama kelompok maupun sendirian, berbagi wawasan mengenai solo hiking bagi perempuan yang mencari ruang refleksi diri. "Saya menikmati keduanya. Mendaki bareng teman seru karena ada kebersamaan, solo hiking lebih reflektif," ujar Furky.