JABARONLINE.COM - Sebuah video yang memperlihatkan tindakan tidak terpuji sejumlah siswa terhadap seorang guru di SMAN 1 Purwakarta sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Insiden ini memicu keprihatinan publik terkait etika siswa di lingkungan sekolah, dilansir dari informasi yang dihimpun.
Dalam rekaman tersebut, para siswa terlihat mengacungkan jari tengah ke arah seorang guru perempuan berjilbab yang sedang berjalan membelakangi mereka. Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap tenaga pendidik yang sedang menjalankan tugasnya.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak sekolah telah mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi administratif kepada para siswa yang terlibat. Mereka kini harus menjalani masa skors selama 19 hari sebagai konsekuensi atas perbuatan yang mereka lakukan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, memberikan keterangan resminya terkait perkembangan kasus ini saat berada di Jakarta Selatan. Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif Tahun 2026 di SMPN 16 Jakarta.
"Pihak kementerian telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan memastikan bahwa masalah ini sudah tuntas karena para siswa telah meminta maaf kepada gurunya," kata Mu'ti.
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa penanganan kasus pelecehan ini dilakukan dengan sangat serius oleh pihak kementerian. Langkah penyelesaian diambil dengan merujuk pada regulasi yang berlaku demi menjaga integritas institusi pendidikan di Indonesia.
"Penyelesaian kasus ini sepenuhnya dilakukan dengan mengikuti ketentuan dalam peraturan menteri mengenai terciptanya budaya sekolah yang aman dan nyaman," ujar Mu'ti.
Dasar hukum yang digunakan dalam penanganan ini adalah Permendikdasmen No 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Aturan ini menjadi pedoman utama dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan saling menghormati antarwarga sekolah.
Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh instansi pendidikan di Indonesia untuk terus memperkuat pendidikan karakter bagi para siswa. Fokus utama saat ini adalah pemulihan hubungan antara siswa dan guru serta pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
