TANGERANG SELATAN – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki potensi besar untuk mendulang medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Banten 2026 mendatang. Harapan tersebut tertuju pada sosok Fahim Ribery Dimulya, pelari jarak jauh spesialis nomor 5.000 meter yang kini tengah naik daun.

Siswa SMA Boarding Al Wildan BSD ini merupakan peraih medali emas pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Banten 2025 di nomor 5.000 meter kategori U-18. Selain itu, atlet yang bernaung di bawah klub Gabungan Atletik Tangerang Selatan (GATS) ini juga sukses menyabet juara pada Relay Community Pangalengan Track Race bersama rekan setimnya, Fatih Abdul Aziz.

Kesuksesan Fahim tidak lepas dari peran sang ayah, Mulya, yang bertindak langsung sebagai pelatih sekaligus manajer. Mulya mengungkapkan bahwa ia telah menanamkan kedisiplinan berolahraga kepada Fahim sejak dini, mulai dari bela diri hingga sepak bola, sebelum akhirnya Fahim memantapkan hati di cabang olahraga atletik.

"Sejak kecil Fahim memang sudah saya arahkan untuk berolahraga. Harapannya, ia memiliki potensi besar di cabang atletik ini," ujar Mulya saat ditemui di Pamulang.

Sebagai orang tua yang telah berpengalaman mendampingi anak-anaknya menjadi atlet, termasuk putra sulungnya, Ridho, yang merupakan atlet Timnas Sepak Bola Indonesia Junior, Mulya mengakui bahwa mencetak atlet berprestasi membutuhkan pengorbanan besar. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap pembinaan atlet muda dapat terus ditingkatkan.

"Menemani dan mendukung anak benar-benar membutuhkan energi besar, baik tenaga, waktu, hingga biaya. Mencetak atlet itu tidak murah, butuh upaya tinggi," tambahnya.

Perjalanan karier Fahim pun tak lepas dari ujian mental. Ia sempat menembus posisi lima besar nasional dalam ajang Half Marathon Pertamina Eco Run 2025 bersama pelari elite Riki Martin Simbolon. Namun, ia harus menerima kenyataan didiskualifikasi karena faktor usia yang kurang beberapa bulan dari batas minimal.

Meski demikian, Mulya meyakini putranya memiliki mentalitas yang kuat. "Alhamdulillah, mentalnya sudah teruji melawan pelari senior dan nasional. Sering mengikuti lomba menjadi penguat mental agar tidak gugup saat menghadapi pertandingan resmi," tuturnya.

Menjelang POPDA Banten 2026 yang akan digelar di Cilegon pada Juni mendatang, Fahim telah menetapkan target pribadi yang tinggi. Ia berambisi menyumbangkan medali emas untuk Kota Tangsel dan berharap bisa menembus kancah internasional.