JABARONLINE.COM - Keluarga besar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Pinrang menunjukkan wujud nyata kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan kepada warga yang tertimpa musibah kebakaran. Bantuan ini diperuntukkan bagi korban yang kehilangan dua unit rumah semi permanen di Jalan Sulili, Libukang, Kecamatan Tiroang.
Insiden tragis tersebut terjadi pada Sabtu malam, 4 April 2026, sekitar pukul 21.00 WITA. Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan Masjid Nur Rahman sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat yang menyaksikan peristiwa tersebut.
Api dilaporkan muncul secara tiba-tiba dan cepat membesar, didukung oleh material bangunan yang mudah terbakar. Warga setempat sempat berupaya melakukan pemadaman secara swadaya sebelum petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Pinrang tiba di lokasi.
Dua unit rumah yang habis dilalap api tersebut teridentifikasi sebagai milik Marwa dan Yatti, yang keduanya merupakan kepala keluarga. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab pasti serta total kerugian akibat kebakaran tersebut.
Pihak kelurahan setempat telah mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pemicu kebakaran. Imbauan tersebut mencakup pemeriksaan korsleting listrik, pengawasan kompor, serta bahaya api terbuka dari pembakaran sampah.
Menanggapi musibah tersebut, Kepala SMAN 6 Pinrang, Masriadi, S.Pd.MM, segera memerintahkan penggalangan dana darurat. Pengumpulan bantuan melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, staf/karyawan, hingga peserta didik.
"Kami keluarga besar SMAN 6 Pinrang turut prihatin dan berbelasungkawa dengan musibah ini, mari kita bersama-sama meringan beban saudara-saudara yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, donasi sekecil apapun akan sangat berarti buat mereka saat ini," ujar Masriadi saat memimpin rapat darurat pada Senin pagi (6/4/2026).
Penggalangan dana kemudian dilaksanakan secara simultan pada hari itu juga, dengan melibatkan Pengurus OSIS untuk mengumpulkan sumbangan dari kelas ke kelas, ruang guru, hingga ruang administrasi sekolah. Kegiatan pengumpulan donasi ini berlangsung selama dua hari penuh.
Proses penyaluran bantuan kemudian dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026, tepat pukul 14.00 WITA. Tim sekolah bertolak dari sekolah menggunakan mobil menuju lokasi bencana di Libukang untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada kedua korban.
