JABARONLINE.COM - Performa kiper Ajax Amsterdam asal Indonesia, Maarten Paes, menjadi sorotan utama setelah timnya gagal meraih kemenangan dalam lanjutan Eredivisie pekan ke-32. Ajax hanya mampu bermain imbang 2-2 saat menjamu PSV Eindhoven di Stadion Johan Cruyff ArenA pada Minggu (3-5-2026) dini hari WIB.
Hasil imbang ini berdampak pada posisi Ajax di klasemen sementara Eredivisie, membuat mereka tertahan di peringkat keempat dengan koleksi 55 poin. Dalam pertandingan krusial tersebut, gawang Paes langsung kebobolan pada menit ke-35 melalui sepakan Ricardo Pepi, meskipun Ajax sempat menyamakan kedudukan lewat Mika Godts di masa tambahan waktu.
Sejak didatangkan pada Februari lalu untuk menggantikan Vitezslav Jaros yang cedera, Paes telah mencatatkan sembilan penampilan bersama Ajax. Dalam laga melawan PSV, penjaga gawang berusia 27 tahun itu tercatat melakukan 60 sentuhan bola dan 13 kali pemulihan bola, namun sayangnya tanpa satu pun penyelamatan yang tercatat.
Kritik pedas datang dari mantan pemain Ajax sekaligus analis ESPN, Kenneth Perez, yang menyoroti kinerja Paes yang dianggap selalu berada di bawah tekanan tinggi sepanjang pertandingan. Perez menilai penampilan Paes tersebut tidak memberikan rasa aman yang dibutuhkan oleh lini pertahanan Ajax.
Perez secara eksplisit menyampaikan penilaian negatifnya terhadap performa kiper Timnas Indonesia tersebut dalam program "Dit Was Het Weekend" sehari setelah laga kontra PSV. "Kiper itu tidak terlalu hebat," kata Perez, merujuk langsung kepada Maarten Paes.
Perbandingan performa juga diangkat Perez dengan menyinggung kiper lain di Liga Belanda yang dinilai lebih dominan dalam menguasai area kotak penalti. Perez mencontohkan ketenangan kiper Twente, Lars Unnerstall, yang dianggap lebih meyakinkan saat berhadapan dengan bola mati atau tekanan lawan.
Perez melanjutkan kritiknya dengan menyebutkan bahwa kegugupan Paes sangat terlihat jelas dalam situasi-situasi genting selama pertandingan berlangsung. "Lihat Lars Unnerstall (kiper Twente) melawan AZ Alkmaar, beberapa kali. Ketika dia keluar, dia menangkap bola. Tidak perlu khawatir. Tapi, sekali lagi, Maarten Paes berada di bawah tekanan yang sangat besar setiap saat," lanjut Perez, dikutip dari Voetbal Primeur.
Analisis tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa level permainan di Ajax saat ini mungkin terlalu tinggi untuk kemampuan Paes pada tahap ini. Perez menyayangkan adanya kesalahan-kesalahan mendasar yang dilakukan oleh sang penjaga gawang selama pertandingan.
"Sepertinya tidak menyenangkan bagi dirinya, karena dia terus merasa ini terlalu tinggi untuknya," tutur Perez mengenai tekanan yang dirasakan Paes.
