JABARONLINE.COM - Perubahan struktural kembali mewarnai lanskap korporasi global, kali ini isu pemutusan hubungan kerja (PHK) dilaporkan menerpa salah satu perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, Starbucks.
Isu mengenai potensi PHK ini secara spesifik dikabarkan menyasar unit teknologi di dalam struktur organisasi Starbucks, menimbulkan spekulasi mengenai arah strategis perusahaan ke depan.
Kabar mengenai gelombang restrukturisasi dan potensi pemangkasan karyawan ini mulai mencuat ke permukaan publik pada hari Selasa, tepatnya pada tanggal 21 April 2026.
Meskipun isu ini telah menyebar cukup luas di lingkungan internal perusahaan, pihak manajemen Starbucks hingga saat ini masih memilih untuk bersikap tertutup.
Manajemen Starbucks belum memberikan konfirmasi resmi atau bantahan yang jelas terkait dengan rumor pemangkasan karyawan yang terjadi di divisi teknologi mereka tersebut.
Perlu dicatat bahwa isu pemangkasan karyawan di bagian teknologi ini bukanlah sebuah berita yang muncul secara tiba-tiba dalam beberapa hari terakhir.
"Gelombang perubahan struktural kembali menghantam korporasi besar di Amerika Serikat," Dikutip dari MEDIAKOMPETEN.CO.ID.
Menurut informasi yang beredar di kalangan staf, wacana mengenai PHK dan restrukturisasi di divisi teknologi ini sudah menjadi bahan pembicaraan internal sejak beberapa waktu sebelumnya.
"Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) dilaporkan menyasar bagian teknologi dari raksasa kedai kopi global, Starbucks," Dikutip dari MEDIAKOMPETEN.CO.ID.
