JABARONLINE.COM - Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui langkah strategis perluasan lahan pertanian. Gubernur Jambi, Al Haris, secara resmi menyatakan komitmennya untuk mendukung program swasembada pangan nasional dengan mempercepat musim tanam pada Rabu (22/4/2026).
Langkah konkret ini dilakukan melalui peninjauan langsung bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, di wilayah Kabupaten Batang Hari. Agenda utama dalam kunjungan kerja ini adalah memastikan program perluasan lahan dapat berjalan optimal guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Jambi.
Berdasarkan data yang dilansir dari Detikcom, saat ini produksi padi di Provinsi Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen dari total kebutuhan konsumsi lokal. Guna menutup celah kekurangan sebesar 29 persen tersebut, pemerintah daerah mengandalkan program cetak sawah rakyat yang tersebar di enam kabupaten berbeda.
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa pemerintah daerah berada di garda terdepan dalam mengeksekusi instruksi dari pemerintah pusat. Fokus utamanya adalah memastikan setiap kebijakan sektor pertanian memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para petani di tingkat akar rumput.
"Kami di daerah tentu siap mendukung penuh. Apa yang menjadi harapan pemerintah pusat, akan kami tindaklanjuti semaksimal mungkin. Yang terpenting, program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani bukan cuman wacana," kata Al Haris.
Dalam pandangan Al Haris, keberhasilan pengelolaan lahan pertanian sangat bergantung pada sinergi yang kuat antar berbagai instansi terkait. Kerja sama lintas sektoral dinilai menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan musim tanam di seluruh wilayah Jambi.
"Kita tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak. Semua harus bergerak bersama, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Ini kerja bersama untuk memastikan ketahanan pangan kita tetap terjaga," tambah Al Haris.
Secara teknis, program Cetak Sawah Rakyat ini telah menunjukkan progres yang signifikan sejak tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, lahan seluas 1.469,51 hektare telah terealisasi, dan target tersebut berlanjut pada tahun 2026 dengan rencana pembukaan lahan baru seluas 1.009,32 hektare.
"Artinya, masih ada kekurangan sekitar 29 persen untuk mencapai swasembada. Pada tahun 2025, Program Cetak Sawah Rakyat oleh Pemerintah Pusat di Provinsi Jambi direalisasikan seluas 1.469,51 Ha, dan pada tahun 2026, direncanakan Cetak Sawah Rakyat di Provinsi Jambi seluas 1.009,32 Ha. Kegiatan Konstruksi Cetak Sawah 2026 ini direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Bungo, Tebo, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, dan Batang Hari. Pemerintah Provinsi Jambi bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan semua pihak terkait sangat mendukung untuk menyukseskan Program Cetak Sawah Rakyat yang dilanjutkan dengan tanam padi ini," jelas Al Haris.
