JABARONLINE.COM - Peristiwa dramatis terjadi di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ketika wilayah tersebut diguyur hujan deras dalam intensitas tinggi. Curah hujan ekstrem ini menjadi pemicu utama serangkaian bencana geologi yang melanda kawasan tersebut pada Rabu malam.
Bencana tanah longsor yang terjadi kemudian mengakibatkan dampak signifikan terhadap infrastruktur transportasi di wilayah itu. Material longsor menimbun dan menutup total akses jalan utama yang sangat penting bagi masyarakat setempat.
Jalan yang tertutup tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Desa Cibokor dan Desa Kanoman. Selain itu, jalur penghubung antara Cibeber menuju Campaka juga ikut terputus akibat material longsor yang masif.
Kondisi ini semakin krusial karena ruas jalan yang terdampak longsor tersebut juga berfungsi sebagai akses utama menuju kawasan wisata bersejarah Situs Megalitikum Gunung Padang. Penutupan ini tentu menimbulkan kesulitan mobilitas yang besar.
Di tengah keparahan longsor tersebut, terdapat insiden yang menyoroti ketahanan manusia ketika menghadapi bencana alam. Satu keluarga dikabarkan terjebak dalam situasi yang sangat menegangkan di dalam kendaraan mereka.
Keluarga tersebut mendapati diri mereka terperangkap di antara timbunan material longsor yang menutup jalan. Mereka harus bertahan dalam kondisi terisolasi dan penuh ketidakpastian selama kurang lebih sepuluh jam lamanya.
Dikutip dari Beritasatu.com, insiden mengerikan ini terjadi pada Rabu (22/4/2026) malam, saat cuaca buruk melanda Cianjur. Upaya evakuasi dan pembersihan material longsor dilakukan setelah insiden tersebut teridentifikasi.
Kisah bertahan hidup ini menjadi pengingat akan potensi bahaya yang menyertai musim penghujan di daerah rawan bencana seperti Cianjur. Pemerintah daerah setempat dilaporkan segera merespons untuk memulihkan akses jalan secepatnya.
