JABARONLINE.COM - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 di Kota Bandung diwarnai insiden yang tidak diinginkan pada rangkaian kegiatannya. Sejumlah massa yang dilaporkan berpakaian serba hitam dilaporkan terlibat dalam aksi kericuhan di kawasan Tamansari.

Kericuhan tersebut menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan sekitar tempat berlangsungnya aksi unjuk rasa tersebut. Beberapa fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan fisik akibat eskalasi ketegangan yang terjadi.

Selain kerusakan infrastruktur, dilaporkan pula adanya insiden pembakaran terhadap sejumlah fasilitas publik yang berada di area Tamansari. Kejadian ini tentu menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat.

Menanggapi situasi yang terjadi, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, angkat bicara mengenai peristiwa yang mencoreng peringatan hari buruh tersebut. Sikap tegas ditunjukkan oleh pucuk pimpinan kota terkait insiden anarkistis.

Dilansir dari Beritasatu.com, Muhammad Farhan menyatakan penyesalannya atas pecahnya kericuhan saat peringatan May Day. Kericuhan ini terjadi di tengah kegiatan peringatan yang seharusnya berjalan damai.

Wali Kota Farhan secara eksplisit menyampaikan penolakan terhadap segala bentuk tindakan yang mengarah pada kekerasan dan perusakan. Hal ini menjadi penegasan bahwa aksi semacam itu tidak dapat ditoleransi.

Pernyataan keras disampaikan oleh orang nomor satu di Bandung tersebut mengenai perilaku massa yang melakukan perusakan. "Aksi anarkistis tak dibenarkan," tegas Muhammad Farhan.

Dampak dari kericuhan tersebut juga dirasakan langsung oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Fasilitas umum yang rusak menjadi kerugian bersama yang harus ditanggung oleh publik.

Pemerintah Kota Bandung diharapkan dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait pengamanan dan penanganan aksi massa di masa mendatang. Hal ini penting agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.