JABARONLINE.COM - Prestasi membanggakan diraih oleh tiga institusi pendidikan di bawah lingkup kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Sulawesi Selatan. Ketiga sekolah tersebut secara resmi dianugerahi predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi untuk tahun 2025.

Penghargaan bergengsi ini merupakan apresiasi atas upaya kolektif sekolah dalam mengimplementasikan program konservasi lingkungan hidup secara nyata. Selain itu, penghargaan ini mengakui keberhasilan integrasi pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum pembelajaran sehari-hari di sekolah.

Rencananya, acara penganugerahan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Maret 2026, tepat pukul 09.00 WITA. Lokasi seremoni penting ini ditetapkan di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, yang beralamat di Jalan Sungai Tangka No.31, Makassar.

Tiga sekolah yang berhasil meraih pengakuan Adiwiyata Provinsi tersebut adalah SMA Negeri 4 Pinrang, SMA Negeri 8 Pinrang, serta SMK Negeri 4 Barru. Capaian ini menunjukkan komitmen serius mereka terhadap pengembangan sekolah berwawasan lingkungan.

Baharuddin Iskandar, selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi yang telah ditunjukkan oleh ketiga sekolah tersebut. Ia menilai bahwa hasil yang didapat merupakan buah dari kerja keras yang terukur dan nyata.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII menekankan bahwa proses menuju Adiwiyata bukanlah proses instan. "Ternyata Adiwiyata perlu persiapan lama dan butuh kerjasama kuat antara sekolah dengan Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Baharuddin Iskandar.

Lebih lanjut, Baharuddin Iskandar menjelaskan bahwa tujuan fundamental dari program Adiwiyata adalah menciptakan atmosfer belajar yang kondusif. Hal ini dicapai melalui penyediaan lingkungan sekolah yang bersih, asri, dan nyaman bagi seluruh siswa.

Abdul Kadir, Kepala SMK Negeri 4 Barru, turut menyoroti tantangan dalam mempertahankan budaya sekolah yang peduli lingkungan. Ia menekankan bahwa upaya pembentukan lingkungan dan budaya bersih memerlukan dukungan yang sifatnya berkelanjutan.

"Butuh pendampingan lebih lanjut agar tujuan ini dapat dicapai secara maksimal di seluruh sekolah di wilayah kerja kita,” kata Abdul Kadir, menyiratkan perlunya kesinambungan program pasca-penghargaan.