JABARONLINE.COM - Kecelakaan tragis yang melibatkan kereta api di area Stasiun Bekasi Timur telah menyisakan duka mendalam bagi sejumlah keluarga. Insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam itu menyebabkan sejumlah warga harus menjalani perawatan medis intensif.

Sebagai salah satu fasilitas kesehatan utama di wilayah tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi segera mengambil peran penting dalam penanganan darurat para korban. Penanganan medis diberikan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan tingkat keparahan luka yang dialami oleh setiap pasien.

Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, memberikan keterangan resmi mengenai jumlah dan kondisi korban yang telah ditangani oleh pihak rumah sakit. Penanganan medis yang diberikan meliputi observasi ringan hingga prosedur operasi yang lebih kompleks.

Niken mengungkapkan bahwa total korban yang dibawa dan ditangani oleh RSUD Kota Bekasi mencapai puluhan orang dari peristiwa nahas tersebut. Semua korban telah mendapatkan perhatian medis yang diperlukan segera setelah kejadian berlangsung.

"Pihaknya menangani puluhan korban tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur sejak Senin (27/4/2026) malam," ungkap Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa penanganan medis yang diberikan sangat bervariasi, mencerminkan beragamnya tingkat keparahan cedera yang dialami oleh para korban kecelakaan. Ada yang memerlukan perawatan singkat dan ada pula yang memerlukan intervensi medis segera.

Sayangnya, di tengah upaya penyelamatan tersebut, tiga orang korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang diderita saat tabrakan terjadi. Kabar duka ini menjadi bagian dari catatan penanganan RSUD Kota Bekasi terhadap insiden tersebut.

"Terdapat tiga korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang ditangani oleh RSUD Kota Bekasi," beber Niken.

Kondisi tragis ini diperburuk dengan fakta bahwa korban yang meninggal dunia telah dipulangkan kepada pihak keluarga pada hari berikutnya. Pemulangan jenazah dilakukan pada Selasa (28/4/2026) pagi setelah semua prosedur administrasi dan medis selesai dituntaskan.