JABARONLINE.COM - Gifar Fadillah Suryana, seorang pria asal Jawa Barat, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Pantai Gau, Pecatu, Badung pada Minggu, 19 April 2026. Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah berencana mengunjungi Pantai Melasti untuk menikmati pemandangan matahari terbit.

Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa Gifar sempat menyewa sebuah sepeda motor jenis Scoopy dari warga setempat dengan biaya Rp 160 ribu. Kendaraan tersebut diserahkan kepada korban pada Minggu pagi dini hari sekitar pukul 03.50 Wita, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Saksi sempat menanyakan kepada korban, an Gifar Fadillah Suryana mau kemana pagi-pagi menyewa sepeda motor dan korban an Gifar Fadillah Suryana mengatakan/menjawab memang sengaja pagi mau pergi ke Pantai Melasti mau melihat sunrise (matahari pagi)," ujar Adi, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Pihak keluarga mendapatkan informasi mengenai keberadaan terakhir korban melalui unggahan di media sosial Instagram. Kakak kandung korban, Gita Nurlina Suryana, menerima tangkapan layar story tersebut yang dikirimkan oleh ibu mereka.

"Dari story korban yang sempat dilihat pihak keluarga, korban sempat posting sedang berada (antara ditepian atau sedang berada di tengah laut di atas bebatuan) dan air laut tampak mulai membesar," jelas Adi.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diperiksa petugas, korban terdeteksi memasuki kawasan Pantai Melasti pada pukul 05.43 Wita. Gifar terlihat memarkirkan kendaraannya dan kemudian berjalan sendirian menyusuri tepi pantai menuju arah barat saat kondisi air laut masih surut.

"Korban belum diketahui pasti mandi atau terjatuh. Cctv yg didapat dari beberapa tempat, terlihat diduga korban berjalan sendirian menyisir pantai ke arah barat," terang Adi.

Pihak kepolisian menduga kuat bahwa korban terseret arus laut yang kuat saat sedang menyisir area bebatuan di pinggir pantai. Jenazah korban kemudian ditemukan di lokasi yang berbeda, yakni di Pantai Gau, setelah dilakukan upaya pencarian.

Keluarga korban telah menyatakan penolakan terhadap proses autopsi dan memilih untuk langsung memulangkan jenazah. Mereka telah menerima kejadian memilukan ini sebagai sebuah musibah sebelum membawa korban kembali ke kediamannya di Jawa Barat.