JABARONLINE.COM - Sosok M. Nasir, S.Pd., M.Si. kini memulai babak baru dalam pengabdiannya setelah dipercaya menahkodai Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Bantaeng untuk masa bakti 2025–2030. Di bawah kepemimpinannya, organisasi profesi ini diarahkan untuk lebih fokus pada penguatan kaderisasi serta konsolidasi internal guna membesarkan marwah PGRI di tingkat cabang.

Perjalanan hidup pria kelahiran Bantaeng, 3 Mei 1966 ini memang tidak jauh dari dunia pendidikan sejak usia muda. Ia merupakan alumni SPG Negeri Bantaeng tahun 1986 yang kemudian melanjutkan studi sarjana di UVRI Makassar pada 2002, hingga akhirnya meraih gelar Magister di UIT Makassar pada tahun 2010.

Saat ini, dilansir dari Ismail, S.Pd, M.Pd selaku Ketua Bidang Kominfo PGRI Kabupaten Bantaeng, M. Nasir tengah mengemban amanah sebagai Kepala SD Negeri 6 Tappanjeng di Kecamatan Bantaeng. Pengalaman panjangnya sebagai praktisi pendidikan menjadi pondasi kuat dalam memahami dinamika dan kebutuhan para guru di lapangan.

Keterlibatan M. Nasir di internal PGRI pun tergolong sangat matang karena sebelumnya ia aktif menjabat sebagai pengurus cabang di bidang organisasi dan kaderisasi. Pengalaman tersebut memberikannya kapasitas yang mumpuni dalam mengelola sumber daya manusia serta membangun soliditas yang kuat antaranggota.

Selain mendedikasikan waktu di dunia pendidikan, ia juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial keagamaan sebagai pengurus masjid di lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Dr. Sam Ratulangi. Keseimbangan antara peran profesional dan sosial ini menjadi nilai tambah dalam gaya kepemimpinannya yang humanis.

Dalam setiap kesempatan, M. Nasir selalu menekankan bahwa keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada proses pembinaan di tingkat akar rumput atau ranting. Ia berkomitmen untuk terus menghidupkan program-program penguatan organisasi agar setiap anggota memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap PGRI.

"Upaya kaderisasi harus dilaksanakan secara berkelanjutan demi menjaga eksistensi dan perkembangan organisasi ke depan," ujar M. Nasir.

Sebagai langkah nyata, ia telah menginisiasi pelaksanaan rapat koordinasi rutin setiap bulan yang mempertemukan seluruh pengurus cabang dan ranting. Pertemuan ini tidak hanya menjadi wadah diskusi formal, tetapi juga dirangkaikan dengan kegiatan pengajian untuk mempererat ikatan spiritual dan kebersamaan antaranggota.

Meski demikian, ia menyadari bahwa tantangan besar tetap membayangi, terutama terkait keterbatasan waktu para anggota yang memiliki kesibukan tinggi sebagai pendidik. Untuk menyiasati hal tersebut, koordinasi intensif terus dilakukan melalui kerja sama dengan Korwil PGRI Kabupaten agar setiap program kerja tetap berjalan efektif.