JABARONLINE.COM - Aksi meresahkan sekelompok pemuda di kawasan Tangerang Selatan akhirnya dihentikan paksa oleh aparat kepolisian pada Jumat dini hari. Tim Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya melakukan pembubaran terhadap kegiatan balap lari liar yang berlangsung di Jalan Nangka, Ciputat. Langkah tegas ini diambil setelah adanya laporan mengenai gangguan ketertiban umum akibat penutupan akses jalan secara ilegal.
Operasi penertiban ini tidak hanya sekadar membubarkan kerumunan, tetapi juga berujung pada penangkapan belasan pemuda di lokasi. Sedikitnya terdapat 13 remaja yang langsung diamankan petugas karena diduga terlibat aktif dalam perlombaan lari yang menutup jalan umum tersebut. Selain mengamankan para pelaku, polisi juga melakukan penggeledahan intensif untuk memastikan keamanan di sekitar area kejadian.
Hasil penggeledahan mengungkap fakta mengejutkan dengan ditemukannya barang bukti berbahaya di tangan salah satu peserta. Petugas berhasil menyita satu bilah senjata tajam jenis celurit dari seorang oknum remaja yang berada di tempat kejadian perkara. Keberadaan senjata tajam ini mengindikasikan adanya potensi kerawanan tindak kriminalitas di balik aksi balap lari liar tersebut.
Dirsamapta Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo, memberikan konfirmasi resmi terkait operasi pengamanan wilayah yang dilakukan jajarannya. Beliau menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif. "Tim melakukan penindakan terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum di Jalan Nangka," ujar Wahyu kepada wartawan.
Aktivitas balap lari liar semacam ini dinilai sangat membahayakan, baik bagi para pelaku maupun pengguna jalan yang melintas. Penggunaan fasilitas publik sebagai arena perlombaan tanpa izin merupakan pelanggaran hukum yang dapat memicu konflik antar kelompok. Pihak kepolisian menyatakan akan terus meningkatkan intensitas patroli guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di wilayah hukum mereka.
Saat ini, ketiga belas remaja yang terjaring operasi tersebut telah dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses pendataan dan pembinaan akan dilakukan guna memberikan efek jera serta edukasi mengenai bahaya aksi balap liar. Polisi juga tengah mendalami motif kepemilikan senjata tajam celurit yang ditemukan petugas saat pembubaran berlangsung.
Masyarakat diimbau untuk selalu berperan aktif dalam melaporkan segala bentuk kegiatan yang mencurigakan atau mengganggu ketenangan lingkungan sekitar. Kehadiran Tim Patroli Perintis Presisi diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga Tangerang Selatan dari ancaman gangguan keamanan jalanan. Penertiban ini menjadi peringatan keras bagi kelompok remaja lainnya agar tidak melakukan tindakan yang merugikan kepentingan publik.
Sumber: Infotren
