JABARONLINE.COM - Peningkatan volume kendaraan yang signifikan diprediksi terjadi selama periode libur panjang Hari Buruh Internasional pada tahun 2026 mendatang.

Kondisi ini secara otomatis memaksa otoritas terkait untuk mempersiapkan langkah mitigasi berupa rekayasa lalu lintas di ruas vital Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Penerapan rekayasa lalu lintas ini merupakan langkah proaktif yang diambil oleh operator jalan tol untuk menjaga kelancaran distribusi arus kendaraan.

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menjadi pihak yang bertanggung jawab penuh dalam mengimplementasikan kebijakan pengaturan lalu lintas tersebut.

Demi mengurai potensi kemacetan, sistem rekayasa lalu lintas berupa penerapan contraflow satu lajur telah dijadwalkan untuk diberlakukan.

"PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), memberlakukan sistem contraflow satu lajur dari KM 55 hingga KM 65 arah Cikampek pada Jumat (1/5/2026) pukul 10.04 WIB," demikian keterangan yang disampaikan mengenai detail teknis pelaksanaan rekayasa tersebut.

Waktu spesifik penerapan sistem contraflow ini ditetapkan pada hari pertama libur panjang, yaitu hari Jumat tanggal 1 Mei 2026.

Titik lokasi yang menjadi fokus penerapan contraflow adalah rentang ruas jalan tol mulai dari Kilometer (KM) 55 hingga mencapai KM 65, dengan fokus pelayanan menuju arah Cikampek.

Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap prediksi lonjakan pemudik yang akan menggunakan jalur Tol Japek dalam rangka merayakan Hari Buruh Internasional tahun 2026.