JABARONLINE.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri saat ini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap dua orang wanita yang diduga kuat menjadi otak di balik peredaran narkotika jenis sabu. Operasi ini menargetkan dua residivis bernama Indriati (32) dan Nasrah (29) yang mengendalikan sabu seberat 5 kilogram di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan.

Pengejaran ini merupakan hasil pengembangan setelah kepolisian berhasil mengamankan seorang kurir berinisial M Yusran Aditya (41) pada Minggu, 19 April 2026. Yusran ditangkap di Jalan Galangan Kapal, Tallo, Makassar, dan diketahui merupakan suami dari salah satu buron, yakni Nasrah.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, memberikan penjelasan mendalam mengenai profil para pelaku dalam jaringan narkotika ini. Dilansir dari Detikcom, beliau menegaskan bahwa kedua wanita yang sedang diburu tersebut memiliki rekam jejak kriminal yang sama sebelumnya.

"Keduanya merupakan residivis kasus narkotika di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa," kata Eko.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, jaringan ini diketahui memperoleh pasokan barang haram tersebut dari wilayah Kabupaten Pinrang dan Sidrap. Sabu tersebut kemudian dibawa ke Makassar untuk didistribusikan kepada para pemesan di wilayah tersebut.

Dalam menjalankan aksi ilegalnya, Nasrah dan suaminya menggunakan strategi untuk mengelabui petugas dan masyarakat sekitar. Mereka memanfaatkan bisnis binatu atau laundry sebagai kedok untuk menutupi aktivitas transaksi narkotika yang mereka lakukan.

"Terkait pengungkapan kasus narkoba jenis sabu sebanyak 5 kilogram di Sulsel," kata Eko.

Pihak kepolisian secara resmi telah menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan nomor DPO/63/IV/2026/Dittipidnarkoba tertanggal 22 April 2026. Surat perintah tersebut ditandatangani oleh Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Handik Zusen, guna mempercepat proses penangkapan.

Masyarakat juga diminta untuk memperhatikan ciri-ciri fisik kedua buron tersebut, yakni memiliki tinggi badan sekitar 150 cm dengan kulit sawo matang. Selain itu, keduanya dilaporkan memiliki rambut hitam lurus yang menjadi identitas visual bagi petugas di lapangan.