JABARONLINE. COM, — Wilayah Kecamatan Citeureup kembali diguncang maraknya aksi pencurian ternak yang meresahkan warga. Para pelaku dinilai semakin nekat dan berani, bahkan beraksi tanpa rasa takut.
Salah satu korban, Toro, warga Desa Pasir Mukti, mengaku kehilangan seekor domba miliknya dalam kejadian yang diduga terjadi pada waktu subuh.
“Sepertinya subuh saat pencuriannya. Jam 2 malam saya lihat bandot saya masih ada. Kerugian sekitar Rp3 juta,” ujarnya.
Tak hanya itu, kasus serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Hambalang. Dalam kejadian tersebut, sebanyak delapan ekor kambing milik warga bahkan dipotong langsung di dalam kandang oleh pelaku.
Rangkaian kejadian ini semakin memperpanjang daftar kasus pencurian ternak di Citeureup dan sekitarnya. Warga menilai, aksi kriminal ini sudah berlangsung berulang kali tanpa adanya tindakan tegas yang mampu menghentikan pelaku.
“Kejadian ini bukan sekali dua kali. Sudah sering, tapi pelakunya belum pernah tertangkap. Kami jadi was-was setiap malam,” ungkap salah satu warga.
Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak lebih serius. Patroli rutin, peningkatan pengawasan, hingga penindakan tegas dinilai sangat diperlukan guna mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.
Warga berharap aparat tidak hanya hadir setelah kejadian, tetapi juga mampu melakukan langkah pencegahan agar kejahatan serupa tidak terus terulang.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan kerugian warga akan semakin besar dan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum kian menurun.
