JABARONLINE.COM - Peristiwa pergeseran tanah yang signifikan terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyebabkan kerusakan pada beberapa infrastruktur vital milik warga setempat. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keselamatan hunian di area tersebut.
Lokasi spesifik yang terdampak adalah Kampung Puncak Pasir, yang terletak di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber. Area ini menjadi titik pusat kerusakan akibat pergerakan lapisan tanah di bawah permukaan.
Kerusakan material dilaporkan menimpa lima unit rumah milik warga serta satu bangunan ibadah, yaitu masjid di kampung tersebut. Dampak ini merupakan konsekuensi langsung dari kondisi geologis yang labil.
Menurut informasi awal, pemicu utama dari pergerakan tanah ini adalah intensitas curah hujan yang sangat tinggi. Hujan deras tersebut dilaporkan telah mengguyur wilayah Cianjur sejak hari Rabu, tepatnya tanggal 22 April 2026.
Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun, total ada lima bangunan tempat tinggal yang terkena imbas langsung dari fenomena alam ini. Kondisi kerusakan antar bangunan pun bervariasi berdasarkan tingkat keparahan pergeseran tanah.
Secara rinci, dua dari lima rumah warga tercatat mengalami kerusakan berat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa struktur bangunan tersebut sangat terancam keruntuhan jika tidak segera ditangani.
Tiga rumah lainnya dilaporkan mengalami kerusakan dalam kategori sedang akibat pergerakan tanah yang terjadi. Selain itu, sebuah masjid di lokasi yang sama juga turut merasakan dampak negatif dari pergeseran tersebut.
Bangunan masjid tersebut dilaporkan mengalami keretakan pada beberapa bagian strukturnya sebagai akibat langsung dari pergerakan tanah di area tersebut. Hal ini memerlukan perhatian khusus untuk memastikan keamanan jemaah.
Dilansir dari Beritasatu.com, "Pergeseran tanah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merusak lima rumah warga dan satu bangunan masjid di Kampung Puncak Pasir, Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber."
