JABARONLINE.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini terbukti memberikan dampak positif yang meluas, tidak hanya sebatas peningkatan nutrisi bagi para siswa di sekolah. Inisiatif ini secara signifikan turut menggerakkan roda perekonomian di tingkat lokal daerah operasional pelaksanaannya.
Salah satu bukti nyata keberhasilan program ini terlihat di wilayah Pangandaran, Jawa Barat, di mana seorang petani muda berhasil memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan pendapatannya secara drastis. Pemuda tani tersebut sukses membukukan omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.
Sumber pendapatan fantastis ini berasal dari hasil budidaya komoditas sayuran berupa selada yang secara rutin dipasok langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebutuhan konsisten dari program ini menjadi jaminan pasar bagi para petani lokal.
Pemuda yang terlibat dalam sukses ini merupakan bagian dari kelompok Taruna Tani Mekar Bayu. Kelompok tani ini berlokasi strategis di Desa Ciganjeng, yang berada di wilayah Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.
Petani muda ini menunjukkan inovasi dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, yakni dengan menggunakan greenhouse bekas kebun anggur milik mereka sebelumnya. Pemanfaatan lahan ini dilakukan untuk memaksimalkan hasil panen selada.
Dalam proses budidaya, mereka mengaplikasikan metode pertanian modern yang efisien, yaitu sistem hidroponik. Penggunaan teknologi ini membantu menjaga kualitas dan kuantitas produksi selada agar selalu memenuhi standar permintaan SPPG.
Dampak ekonomi yang dirasakan petani tersebut sangat signifikan, dikisahkan bahwa ia mampu meraup omzet mencapai kisaran Rp 20 juta dalam kurun waktu satu bulan. Hal ini menjadi inspirasi bagi petani lain di daerah tersebut.
Dilansir dari Beritasatu.com, keberhasilan ini menunjukkan sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung gizi anak dengan pemberdayaan sektor pertanian skala kecil.
"Program makan bergizi gratis tidak hanya meningkatkan asupan nutrisi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal," menggarisbawahi dampak ganda dari inisiatif tersebut, sebagaimana disampaikan oleh salah satu pihak terkait.
