JABARONLINE.COM – Kasus kekerasan di lingkungan sekolah kembali mencuat setelah seorang siswi kelas XI SMAN di Bekasi berinisial AN (16) melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh adik kelasnya, EQ. Korban mengalami luka di bagian kepala setelah diduga dipukul menggunakan benda berbahan besi.
Provokasi di Kantin Sekolah
Insiden yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) ini berawal dari tindakan intimidasi. Ibu korban, Fani, menjelaskan bahwa terduga pelaku awalnya memicu ketegangan dengan memelototi korban yang sedang duduk di kantin bersama teman-temannya.
Meski sempat diabaikan, EQ justru kembali mendatangi korban setelah dari kelas dengan membawa tutup ompreng besi. Situasi memanas ketika EQ mulai melontarkan makian dan melakukan serangan fisik secara tiba-tiba.
Detail Kekerasan dan Bukti Visum
Menurut keterangan keluarga, pelaku melakukan kekerasan fisik berupa:
Penginjakkan kaki dan penjambakan rambut secara mendadak.
Pemukulan menggunakan tutup ompreng berbahan besi ke arah kepala korban.
"Korban sempat membela diri, namun karena postur pelaku lebih besar, korban mengalami luka-luka cukup serius," ungkap Fani. Hasil visum resmi menunjukkan adanya luka nyata pada bagian pelipis, kepala, dan kaki remaja berusia 16 tahun tersebut.
