JABARONLINE.COM - Persaingan sengit di Liga Spanyol musim ini membawa Real Madrid pada sebuah situasi yang cukup pelik dan penuh dilema menjelang akhir kompetisi. Klub raksasa ibu kota Spanyol tersebut kini dihadapkan pada kemungkinan untuk memberikan penghormatan berupa guard of honor kepada rival abadi mereka, FC Barcelona.
Situasi ini muncul sebagai konsekuensi dari hasil pertandingan yang mungkin terjadi di pekan-pekan krusial La Liga. Real Madrid harus bersiap menghadapi dua kemungkinan yang sama-sama tidak ideal bagi kubu Santiago Bernabéu.
Kemungkinan pertama adalah skenario di mana Madrid gagal meraih kemenangan saat bertanding melawan Espanyol. Kegagalan meraih poin penuh ini akan membuka pintu bagi Barcelona untuk mengamankan gelar juara lebih cepat dari prediksi.
Skenario kedua, yang jauh lebih dramatis, adalah Real Madrid harus menyaksikan secara langsung rival mereka, Barcelona, mengunci gelar juara Liga Spanyol tepat di laga El Clasico. Ini tentu menjadi mimpi buruk bagi para pendukung Los Blancos.
Jadwal pertandingan menjadi penentu utama dari dilema ini; kekalahan Madrid dari Espanyol pada Senin dini hari WIB, 4 Mei 2026, bertepatan dengan asumsi kemenangan Barcelona atas Osasuna pada Minggu dini hari WIB, 3 Mei 2026.
Jika skenario tersebut benar-benar terjadi, maka Barcelona akan mengantongi keunggulan 13 poin dari Real Madrid. Dengan hanya menyisakan empat pertandingan atau total 12 poin maksimal yang bisa diraih, perolehan poin tersebut sudah tidak mungkin dikejar oleh Madrid.
Mengenai potensi penghormatan kepada rival, pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, telah buka suara mengenai situasi pelik yang dihadapi timnya. Ia memberikan tanggapan terkait tekanan yang menyertai kemungkinan tersebut.
Dilansir dari sumber berita, Arbeloa menyampaikan pandangannya mengenai tekanan yang dirasakan timnya saat ini. "Kami menghadapi dua kemungkinan sulit dalam persaingan juara Liga Spanyol, antara memberikan guard of honor kepada Barcelona atau menyaksikan sang rival mengunci gelar di laga El Clasico," ujar Alvaro Arbeloa.
Situasi ini menempatkan fokus tinggi pada pertandingan-pertandingan sisa, di mana setiap poin menjadi sangat berharga untuk menentukan nasib gelar juara La Liga musim ini. Real Madrid kini berjuang keras untuk menghindari kedua skenario yang sangat tidak menguntungkan tersebut.
