JABARONLINE.COM - Pertandingan krusial dalam lanjutan pekan ke-37 LaLiga Hypermotion telah rampung digelar di Stadion La Rosaleda pada Sabtu, 25 April 2026. Duel ini mempertemukan tuan rumah Málaga CF melawan tim tamu CD Castellón dalam perebutan posisi krusial di zona play-off promosi.
Hasil akhir dari pertemuan sengit tersebut adalah skor imbang 1-1, sebuah angka yang membuat persaingan kedua klub di papan klasemen tetap terbuka lebar. Kedua tim hanya terpaut satu poin, menandakan betapa pentingnya setiap poin dalam sisa laga musim ini.
Sejak awal laga, intensitas permainan langsung terasa tinggi mengingat kedua kesebelasan menampilkan adu taktik menyerang yang agresif. Málaga CF sempat memberikan ancaman pertama pada menit ketujuh melalui sebuah tembakan yang dilepaskan oleh Joaquín.
Ancaman tersebut datang setelah Joaquín menerima umpan matang dari Adrián Niño, namun bola hasil tendangannya masih melambung sedikit di atas mistar gawang lawan. Málaga akhirnya berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui hadiah penalti pada menit ke-12.
Sanksi penalti diberikan setelah bola mengenai tangan salah satu pemain bertahan CD Castellón saat tim tuan rumah sedang berada dalam fase menyerang. Sang eksekutor, Chupe, penyerang yang berasal dari Córdoba, sukses menjalankan tugasnya dengan tenang untuk menjadikan skor 1-0.
Namun, keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama; CD Castellón merespons dengan meningkatkan tekanan serangan mereka. Pada menit ke-27, Calatrava berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sebuah gol yang berawal dari situasi kemelut di depan gawang.
Gol penyeimbang itu tercipta setelah umpan terukur dari Cipenga gagal diantisipasi sempurna oleh kiper Alfonso dan bek Galilea, menyebabkan bola akhirnya melewati garis gawang. Selama jalannya babak pertama, kepemimpinan wasit Muñiz Muñoz juga sempat menjadi pusat perhatian publik La Rosaleda.
Keputusan wasit yang memberikan kartu kuning kepada Carlos Dotor pada menit ke-24, saat Málaga sedang membangun serangan, memicu protes keras dari para pendukung tuan rumah yang memadati tribun stadion. Kritik tajam bahkan datang dari kalangan pakar terkait keputusan krusial tersebut.
Pakar wasit dari Tiempo de Juego, Pedro Martín, secara eksplisit menyuarakan ketidaksetujuannya mengenai pemberian hadiah penalti di babak pertama. "Es castigar un absurdo con un penalti," ujar Pedro Martín, spesialis arbitrase.
