JABARONLINE.COM - Duel akbar antara Juventus dan AC Milan harus berakhir tanpa gol alias imbang 0-0 dalam lanjutan pekan ke-34 Serie A. Pertandingan krusial ini tersaji di Stadion San Siro pada Minggu, 26 April 2026, dan dampaknya terasa langsung pada persaingan ketat di zona empat besar klasemen.

Hasil imbang tanpa gol ini merupakan yang keempat kalinya terjadi dalam lima pertemuan terakhir kedua raksasa Italia tersebut di kompetisi kasta tertinggi Liga Italia. Secara statistik, Juventus tampak lebih dominan dalam penguasaan bola dan peluang, berdasarkan catatan Fotmob yang menunjukkan 10 tembakan dilepaskan dengan lima di antaranya mengarah tepat sasaran.

Momen krusial sempat terjadi ketika Khephren Thuram berhasil menjebol gawang Milan pada babak pertama, namun gol tersebut harus dianulir wasit karena pemain tersebut dinyatakan berada dalam posisi offside. Sementara itu, kubu tuan rumah nyaris unggul di paruh kedua melalui sepakan Alexis Saelemaekers yang sayangnya hanya membentur tiang gawang.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menegaskan bahwa perebutan tiket Liga Champions musim depan akan berjalan sangat ketat hingga pekan terakhir kompetisi. Ia menekankan pentingnya menjaga ritme positif menyusul kemenangan yang diraih para pesaing terdekat seperti Como dan AS Roma.

"Saya pikir ini akan berlangsung hingga akhir atau sangat mendekati akhir, karena inilah pertandingan-pertandingan penentu," ujar Luciano Spalletti, Pelatih Juventus.

Spalletti juga menyoroti faktor kelelahan fisik yang mulai mendera para pemainnya seiring dengan mendekatnya fase akhir musim kompetisi yang panjang. Ia menuntut dedikasi luar biasa dari skuatnya agar posisi klub di zona Liga Champions musim depan dapat terjamin.

"Roma dan Como menang, jadi kami masih harus memenangkan cukup banyak pertandingan lagi sebelum kami bisa dianggap layak mendapatkan tempat di turnamen tersebut," kata Luciano Spalletti, Pelatih Juventus.

Mantan nakhoda Timnas Italia tersebut menekankan bahwa periode krusial ini menjadi ujian sesungguhnya bagi setiap individu yang mengenakan seragam kebanggaan Juventus. Disiplin diri dan kerja keras kolektif menjadi kunci utama dalam sisa laga yang ada.

"Ini adalah waktu untuk sprint terakhir, dan pada tahap inilah kelelahan akibat musim yang panjang mulai menumpuk; di sinilah Anda bisa melihat siapa yang pantas berada di Juventus dan siapa yang tidak," ujar Luciano Spalletti, Pelatih Juventus.