JABARONLINE.COM - FC Andorra berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan mengalahkan tuan rumah, CD Leganes, dengan skor telak 4-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Butarque pada Minggu, 26 April 2026. Kemenangan ini menegaskan dominasi tim tamu di bawah kondisi cuaca panas di Madrid.

Hasil minor ini semakin menempatkan CD Leganes di posisi papan bawah klasemen sementara, yang pada akhirnya memicu gelombang protes keras dari suporter tuan rumah yang hadir di stadion. Kekecewaan suporter ini menjadi sorotan utama setelah peluit akhir dibunyikan.

Gol pembuka kemenangan skuad asuhan Gerard Pique dicetak oleh Marc Cardona pada menit ke-43 setelah melalui proses pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) yang cukup mendalam. Keputusan tersebut akhirnya mengesahkan keunggulan Andorra sebelum jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, koordinasi pertahanan tuan rumah yang dianggap buruk dimanfaatkan secara efektif oleh pemain Andorra. Diego Alende, Josep Cerda, dan Theo Le Normand kemudian berhasil menambah tiga gol lagi untuk mengunci kemenangan besar tersebut.

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang catatan positif FC Andorra, yang kini tidak terkalahkan dalam tiga kunjungan terakhir mereka ke markas Leganes di Stadion Butarque. Statistik ini menunjukkan adanya kesulitan yang konsisten dihadapi oleh tim tuan rumah saat menjamu Andorra.

Sementara itu, kekalahan memalukan ini mendorong para pendukung Leganes untuk melontarkan protes keras. Protes tersebut ditujukan kepada manajemen klub dan para pemain, menyusul meningkatnya ancaman degradasi tim mereka ke kompetisi Primera RFEF.

Pertandingan awalnya menunjukkan upaya dari Leganes untuk menekan, dengan peluang yang diciptakan oleh Duk, Plano, dan Leiva. Namun, penampilan gemilang kiper Andorra, Owono, sukses membuat gawang tim tamu tetap steril dari kebobolan.

Setelah kegagalan peluang awal tersebut, intensitas permainan Leganes terlihat menurun, terutama seiring dengan kenaikan tajam suhu udara di stadion yang diperkirakan memengaruhi daya tahan pemain.

Pelatih Leganes sempat mencoba melakukan tiga pergantian pemain secara bersamaan guna mencari solusi atas kebuntuan timnya, namun strategi tersebut dilaporkan tidak memberikan dampak positif yang signifikan pada jalannya pertandingan.