JABARONLINE.COM, Jakarta, – Hari Nelayan Nasional 2026 diperingati meriah di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (19/4/2026). Kegiatan yang digelar oleh Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) tersebut mengusung tema “Jalan Santai, Nelayan Sehat, Nelayan Bugar, Nelayan Produktif.”

Peringatan Hari Nelayan Nasional sejatinya jatuh setiap 6 April, sebagai bentuk penghargaan terhadap peran nelayan dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir. 

Namun, pelaksanaan tahun ini baru digelar pada 19 April karena penyesuaian agenda organisasi.


Ketua Umum HMNI, Ir. Brata T, MM, MH, mengatakan bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan nelayan masih menjadi pekerjaan besar. Menurutnya, hingga kini masih banyak masyarakat nelayan di berbagai daerah yang menghadapi persoalan kemiskinan, keterbatasan modal usaha, rendahnya kualitas sumber daya manusia, hingga akses kesehatan yang belum optimal.

“Masih banyak kampung nelayan yang membutuhkan perhatian serius. HMNI hadir untuk mengawal aspirasi masyarakat nelayan agar lebih sejahtera dan mandiri,” ujarnya dalam sambutan.

Brata menegaskan, HMNI terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari nelayan, pemilik kapal, pengusaha, akademisi, wartawan, hingga unsur pemerintahan dan TNI/Polri yang ingin berkontribusi memajukan sektor kelautan dan perikanan.

Dukung Program Kampung Nelayan Merah Putih

Dalam kesempatan itu, HMNI juga menyampaikan dukungan terhadap program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas pemerintah. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan taraf hidup nelayan melalui pembangunan kawasan terpadu.

Di dalam kawasan itu direncanakan tersedia perumahan nelayan, pabrik es, koperasi, bengkel kapal, fasilitas perbaikan kapal, hingga sarana distribusi hasil tangkapan ikan.

“Dengan adanya kampung nelayan modern, hasil tangkapan ikan bisa tetap segar saat sampai ke darat sehingga nilai jual meningkat dan pendapatan nelayan ikut naik,” jelasnya.