JABARONLINE.COM - Hubungan diplomatik antara Ukraina dan Israel mengalami peningkatan ketegangan signifikan setelah Kyiv secara terbuka menuduh Yerusalem menerima pengiriman gandum yang diduga merupakan hasil curian dari wilayah pendudukan Rusia. Tuduhan serius ini muncul seiring dengan kedatangan sebuah kapal kargo di perairan Israel pada hari Selasa, 28 April 2026, sebagaimana diberitakan oleh Detikcom.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menjadi pihak yang pertama kali menyuarakan kecurigaan adanya aktivitas ilegal dalam perdagangan komoditas pertanian di tengah konflik yang berkecamuk sejak tahun 2022. Kyiv meyakini bahwa Moskow secara sistematis mengekspor hasil jarahan dari wilayah selatan dan timur Ukraina melalui jalur perdagangan internasional.

Melalui pernyataan resmi di media sosial, Presiden Zelensky secara spesifik menyoroti insiden kedatangan kapal tersebut. "Kapal lain yang membawa gandum tersebut telah tiba di pelabuhan di Israel dan sedang bersiap untuk membongkar muatannya," tulis Zelensky, menegaskan bahwa aktivitas ini perlu diinvestigasi.

Zelensky juga menekankan pentingnya pengawasan ketat oleh otoritas setempat terhadap setiap aktivitas maritim di wilayah kedaulatan mereka. Ia berpendapat bahwa pihak berwenang Israel seharusnya memiliki data valid mengenai asal-usul dan dokumen setiap kargo yang berlabuh.

Lebih lanjut, Presiden Ukraina menyatakan keraguannya bahwa pemerintah Israel tidak mengetahui muatan kapal yang datang. "Pihak berwenang Israel tidak mungkin tidak mengetahui kapal mana yang tiba di pelabuhan negara tersebut dan muatan apa yang mereka bawa," tegasnya, menuntut pertanggungjawaban lebih lanjut.

Sebagai respons atas tuduhan keras tersebut, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar segera mengadakan konferensi pers untuk memberikan klarifikasi resmi. Saar secara tegas menolak klaim yang dilontarkan oleh Kyiv, menyatakan bahwa kapal yang dimaksud belum tercatat melakukan aktivitas di Pelabuhan Haifa.

"Pemerintah Ukraina belum mengajukan permintaan bantuan hukum... dan pemerintah Ukraina juga belum memberikan bukti untuk klaimnya," kata Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar, menegaskan bahwa tuduhan tersebut belum didukung oleh prosedur resmi.

Saar menambahkan bahwa hingga saat konferensi pers berlangsung, prosedur administratif di pelabuhan belum mencatat dokumen resmi terkait kapal atau muatan yang dituduhkan Ukraina. "Kapal tersebut belum memasuki pelabuhan dan belum menyerahkan dokumennya," sambung Saar, menekankan minimnya bukti konkret yang diterima pemerintahannya.

Diplomat Israel tersebut juga menyampaikan kritik mengenai cara komunikasi yang dipilih Kyiv, yang dianggap kurang formal untuk isu seberat ini. "Jika Anda memiliki bukti pencurian, serahkan melalui saluran yang sesuai," ujar Saar, menyarankan agar Ukraina menggunakan mekanisme antar pemerintah yang resmi alih-alih media sosial.