JABARONLINE.COM - Sebuah ironi pahit dialami oleh klub Preußen Münster setelah menelan kekalahan dramatis 2-3 dalam laga derby melawan rival abadi mereka, Arminia Bielefeld, di LVM-Preußenstadion. Tidak hanya hasil pertandingan yang mengecewakan, insiden pasca-pertandingan menambah beban mental bagi tuan rumah.

Insiden mengejutkan terjadi ketika blok penonton tamu yang ditinggalkan oleh pendukung Bielefeld tiba-tiba didominasi oleh warna hitam, putih, dan biru, warna kebesaran Erz-Rival mereka. Hal ini menjadi pemandangan yang sulit diterima oleh pihak tuan rumah setelah kekalahan tersebut.

Masalah ini muncul setelah suporter Arminia Bielefeld, yang jumlahnya sekitar 1860 orang, diduga melakukan aksi terencana dengan menempelkan materi dekorasi di kursi tribun. Aksi ini dilakukan setelah mereka terdaftar secara resmi untuk menampilkan koreografi sederhana menggunakan kertas karton selama pertandingan.

Fakta yang terungkap adalah bahwa lembaran karton yang dibawa Bielefeld ternyata dilapisi stiker perekat di bagian belakangnya. Lembaran-lembaran tersebut kemudian ditempelkan secara sistematis di setiap tingkatan tribun penonton tim tamu, menciptakan 'pemandangan baru' di stadion tersebut.

Aksi vandalisme dekoratif ini, meskipun dianggap sebagai lelucon cerdas oleh rival, dipastikan akan menimbulkan pekerjaan ekstra bagi petugas stadion. Pembersihan 'karya seni' dadakan tersebut diperkirakan memerlukan kerja keras, termasuk penggunaan pembersih bertekanan tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, dari sisi lapangan, kekalahan ini tampaknya menjadi pukulan telak bagi asa Preußen Münster untuk bertahan di Divisi Dua Jerman. Dengan hanya tersisa sembilan poin yang bisa diperebutkan, selisih lima poin dari zona play-off degradasi menjadi sangat sulit dikejar.

Pelatih Alois Schwartz, yang direkrut untuk misi penyelamatan setelah menggantikan Alexander Ende, kini menghadapi kenyataan pahit. "Kami kebobolan terlalu mudah, ketiganya dari situasi bola mati. Dan di lini serang kami terlalu lemah. Dengan begini tidak akan cukup," ujar Alois Schwartz setelah pertandingan.

Harapan untuk bertahan semakin tipis mengingat jadwal pertandingan sisa mereka sangat berat, menghadapi tim-tim yang masih memiliki ambisi promosi. Ini berarti klub pendiri Bundesliga tersebut kemungkinan besar akan kembali terdegradasi ke Liga 3 setelah dua musim di kasta kedua.

Kekecewaan ini makin terasa karena pertandingan sempat berjalan baik bagi tuan rumah, di mana Yassine Bouchama sempat membawa Preußen unggul cepat melalui sundulan pada menit ke-3. Namun, keunggulan itu runtuh sebelum jeda babak pertama dengan tiga gol balasan dari Bielefeld.