JABARONLINE.COM - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur berhasil menangkap seorang pria berinisial B (29) asal Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur. Penangkapan ini terkait dugaan tindak pidana pemerkosaan yang menimpa seorang remaja putri berinisial S yang baru berusia 14 tahun.

Peristiwa mengerikan ini berawal pada Senin malam, 9 Maret 2026, ketika korban sedang berada di Pantai Suryawangi, Labuhan Haji, bersama seorang rekannya. Pelaku mendekati kedua remaja tersebut dengan modus melakukan pemeriksaan keamanan karena sudah larut malam.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Lombok Timur, Iptu Arie Kusnandar, menjelaskan bahwa pelaku langsung melancarkan intimidasi saat menegur para korban. Pelaku secara tegas menanyakan alasan keberadaan mereka di lokasi tersebut pada waktu menjelang tengah malam.

"Kalian ngapain di sini sudah tengah malam?," ujar Iptu Arie Kusnandar menirukan ucapan pelaku saat konferensi pers pada hari Jumat, 24 April 2026.

Setelah memberikan teguran tersebut, B memerintahkan S dan temannya untuk mengikuti arahannya, bahkan menyita alat komunikasi kedua remaja itu. "Saat itu terduga pelaku meminta HP korban dan teman korban," terang Iptu Arie Kusnandar.

Kemudian, pelaku membawa kedua remaja itu menuju jalan raya dan dengan cepat memisahkan mereka. Pelaku mengusir teman korban dengan ancaman akan ditangkap, sementara S diyakinkan akan dibawa ke kantor polisi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Teman korban disuruh pergi supaya tidak ditangkap. Terduga pelaku beralasan akan membawa korban ke kantor polisi untuk diperiksa, karena dia (B) mengaku sebagai polisi," beber Iptu Arie Kusnandar mengenai modus penipuan yang digunakan pelaku.

Alih-alih menuju kantor polisi, B justru membawa korban berputar-putar hingga dini hari, Selasa (10/3/2026) pukul 03.00 Wita. Korban akhirnya diseret ke area pinggir hutan di Desa Karang Baru untuk melancarkan aksi bejatnya.

Di lokasi terpencil tersebut, pelaku memaksa korban membuka pakaiannya, namun ditolak oleh S yang ketakutan. "Korban merasa ketakutan dan menangis, tapi terduga pelaku tetap meminta korban untuk membuka celananya, tetapi ditolak," jelas Iptu Arie Kusnandar.