JABARONLINE. COM, – Warga Dusun Lotekol, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, sudah kehabisan sabar. Jalan Sumbersuko yang mereka lalui setiap hari kini dijuluki “jalan tebu maut”—rusak parah, licin, dan memakan korban.
Lebih dari satu dekade, jalan tersebut tak tersentuh perbaikan berarti. Saat hujan turun, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur bercampur daun dan potongan tebu. Kombinasi itu menciptakan permukaan licin layaknya dilapisi oli.
Akibatnya, pengendara—terutama sepeda motor—kerap terjatuh.
“Kalau hujan, hampir pasti ada yang jatuh. Anak saya sendiri pernah terpeleset waktu berangkat sekolah,” ujar seorang warga, Rabu (22/4/2026).
Masalah ini bukan baru kemarin. Warga mengaku sudah berulang kali melapor, namun tak pernah berujung pada perbaikan permanen. Jalan berlubang, drainase buruk, dan aktivitas truk pengangkut tebu yang meninggalkan ceceran di sepanjang jalan membuat kondisi semakin memburuk setiap musim panen.
Pagi hari menjadi waktu paling rawan. Anak sekolah dan pekerja yang melintas harus ekstra hati-hati melewati jalur yang kini lebih menyerupai jebakan.
Tak hanya soal kenyamanan, warga menilai kondisi ini sudah masuk kategori membahayakan keselamatan.
“Ini bukan sekadar rusak, tapi sudah membahayakan. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak,” tegas warga lainnya.
Warga mendesak Pemerintah Desa Arjowilangun dan Pemerintah Kabupaten Malang segera turun tangan. Mereka menuntut perbaikan total jalan serta penertiban truk pengangkut tebu agar tidak lagi mengotori badan jalan.
