JABARONLINE.COM - Sebuah isu besar yang mengancam integritas kompetisi sepak bola Italia, Serie A, kini sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar dan otoritas olahraga. Sorotan utama tertuju pada dugaan adanya praktik tidak etis dalam penunjukan perangkat pertandingan.

Tokoh sentral dalam kontroversi ini adalah Gianluca Rocchi, sosok yang memiliki peran vital dalam kepengurusan wasit saat ini. Rocchi sebelumnya merupakan mantan wasit profesional yang aktif di Serie A selama periode 2004 hingga 2020.

Saat ini, Rocchi menjabat posisi strategis sebagai penentu atau penunjuk wasit resmi untuk seluruh pertandingan yang berlangsung di kompetisi kasta tertinggi Italia tersebut. Peran ini menempatkannya sebagai figur kunci dalam menjaga objektivitas laga.

Kantor Kejaksaan Umum Milan secara resmi telah melayangkan tuduhan serius terhadap Rocchi terkait dugaan kecurangan olahraga yang dilakukannya. Tuduhan ini menunjukkan adanya potensi penyalahgunaan wewenang yang disengaja dalam proses penentuan wasit.

Dugaan fokus pada periode musim kompetisi 2024-2025, di mana Rocchi dituduh secara aktif memilih perangkat pertandingan yang dinilai dapat memberikan keuntungan signifikan bagi klub Inter Milan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai netralitas kompetisi.

Salah satu contoh spesifik yang diangkat dalam penyelidikan ini adalah pertandingan antara Bologna melawan Inter Milan pada tanggal 20 April 2025. Dalam laga krusial tersebut, Rocchi menunjuk Andrea Colombo sebagai wasit utama.

Keputusan penunjukan Colombo tersebut dinilai lebih menguntungkan bagi Inter Milan dibandingkan jika wasit yang ditunjuk adalah Daniele Doveri, yang dianggap memiliki preferensi berbeda. Hal ini memicu perdebatan sengit mengenai independensi penunjukan.

Lebih lanjut, setelah penunjukan tersebut, Daniele Doveri kemudian dialihkan tugasnya untuk memimpin pertandingan penting lainnya. Doveri ditugaskan memimpin leg kedua babak semifinal Coppa Italia yang mempertemukan Inter Milan dengan rival abadinya, AC Milan, pada 23 April 2025.

Dilansir dari KOMPAS.com, sebuah pernyataan mengenai tuntutan resmi disampaikan oleh otoritas penegak hukum setempat. "Kantor Kejaksaan Umum Milan menuduh Rocchi melakukan 'kecurangan olahraga'," ujar pihak Kejaksaan.