JABARONLINE.COM - Sebuah insiden serius dalam dunia penerbangan militer Korea Selatan akhirnya terungkap penyebab utamanya. Dewan Audit dan Inspeksi Korea Selatan merilis temuan mengejutkan mengenai tabrakan dua jet tempur F-15K Angkatan Udara (AU) Korsel yang terjadi di wilayah Daegu.

Insiden ini terjadi pada bulan Desember 2021, namun hasil penyelidikan mendalam baru dipublikasikan pada Rabu (22/4/2026). Fokus utama dari temuan audit tersebut menunjuk pada perilaku personel yang tidak profesional saat bertugas di udara.

Apa yang menyebabkan tabrakan tersebut? Ternyata, aksi swafoto atau selfie yang dilakukan oleh salah satu pilot menjadi pemicu utama kecelakaan berharga fantastis tersebut. Manuver tak terencana ini dilakukan demi mendapatkan sudut pengambilan foto pribadi yang sempurna.

Bagaimana manuver tidak terencana itu terjadi? Audit menunjukkan bahwa pilot dari pesawat pendamping melakukan gerakan menanjak dan memiringkan pesawat secara tajam tanpa mendapatkan izin resmi dari pusat kendali. Sementara itu, rekannya di jet utama bertugas merekam aksi tersebut dalam bentuk video.

Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada kedua pesawat tempur canggih tersebut. Kerusakan terparah menimpa ekor pesawat pendamping serta sayap utama pada jet yang lainnya setelah upaya penghindaran manuver gagal dilakukan.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, kerugian materiil yang ditimbulkan diperkirakan mencapai nominal yang besar. Kerugian tersebut setara dengan 880 juta won, atau sekitar Rp10,3 miliar menurut estimasi nilai tukar saat ini.

Menanggapi temuan yang merusak citra militer ini, pihak Angkatan Udara Korea Selatan segera menyampaikan permohonan maaf resmi kepada publik. "Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kekhawatiran yang disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi pada tahun 2021," kata seorang juru bicara angkatan udara Korsel dalam konferensi pers.

Tindakan tegas telah diambil terhadap pilot yang terlibat dalam insiden tersebut. Juru bicara AU Korsel menjelaskan bahwa salah satu pilot menerima sanksi disiplin berat dan sempat diskors dari tugas penerbangan, sebelum akhirnya pilot tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri dari militer.

Selain sanksi profesi, pilot yang dinilai bertanggung jawab atas kelalaian tersebut juga diwajibkan membayar denda. Pilot tersebut juga harus menanggung sepersepuluh dari total biaya perbaikan kedua pesawat tempur yang rusak akibat selfie tersebut.