JABARONLINE.COM - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PM) tengah gencar melakukan kajian mendalam terhadap praktik tata kelola koperasi yang berhasil di Jawa Timur. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi di seluruh Indonesia.

Aktivitas peninjauan ini diwujudkan melalui kunjungan kerja strategis yang dilakukan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemenko PM. Kunjungan tersebut difokuskan pada koperasi yang telah terbukti mampu memberdayakan ekonomi para anggotanya secara mandiri dan berkelanjutan.

Lokasi kunjungan adalah sebuah koperasi percontohan di wilayah Jawa Timur yang menjadi sorotan nasional karena keberhasilannya dalam menjalankan mandat ekonomi kerakyatan. Peninjauan ini bertujuan untuk membedah secara rinci sistem dan mekanisme operasional yang diterapkan di sana.

"Langkah ini diambil untuk mendalami sistem tata kelola lembaga yang dinilai sukses memberdayakan ekonomi anggotanya secara mandiri," ujar Leontinus Alpha Edison, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemenko PM.

Fokus utama dari kunjungan kerja strategis ini adalah meninjau keseimbangan antara dua fungsi vital koperasi. Pemerintah ingin melihat bagaimana fungsi sosial dan kegiatan ekonomi dapat dijalankan secara harmonis dan seimbang dalam praktik nyata.

Tujuan jangka panjang dari evaluasi ini sangat signifikan bagi pengembangan koperasi nasional. Pemerintah berencana untuk mengadopsi dan mereplikasi model bisnis yang terbukti efektif tersebut ke tingkat yang lebih luas.

"Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung bagaimana sinergi antara fungsi sosial dan kegiatan ekonomi dijalankan secara seimbang," ungkapnya lebih lanjut.

Melalui studi strategis ini, diharapkan ditemukan formula terbaik yang dapat menjadi panduan dalam penguatan koperasi di seluruh nusantara. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.

"Pemerintah ingin memastikan model bisnis yang diterapkan dapat diadaptasi untuk penguatan koperasi di tingkat nasional," kata Leontinus Alpha Edison.