JABARONLINE.COM - Tim bulu tangkis putra Indonesia harus mengakhiri perjuangannya di ajang Thomas Cup 2025 di Denmark secara prematur setelah gagal melewati fase grup. Kekalahan ini menjadi catatan kelam karena merupakan kali pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di turnamen bergengsi tersebut.
Peristiwa mengejutkan ini terjadi setelah Indonesia dihantam oleh tim Prancis dengan skor akhir telak 1-4 dalam pertandingan penentuan di Grup D. Duel krusial tersebut berlangsung pada Rabu (29/4/2026) dini hari WIB di Forum Horsens, Denmark.
Hasil minor ini memastikan bahwa Indonesia hanya mampu menempati posisi juru kunci ketiga di klasemen akhir Grup D. Dengan demikian, Prancis berhasil mengamankan satu tiket ke babak perempat final sebagai runner-up grup, mendampingi Thailand yang memuncaki klasemen.
Kekalahan beruntun dalam sektor tunggal putra menjadi batu sandungan utama bagi skuad Merah Putih sejak laga pembuka. Tren negatif ini menunjukkan adanya penurunan performa signifikan pada partai-partai awal yang sangat menentukan.
Jonatan Christie, yang turun di partai pertama, gagal memberikan poin krusial setelah takluk dua gim langsung dari Christo Popov dengan skor 19-21 dan 14-21. Kegagalan ini langsung memberikan tekanan besar bagi tim Indonesia di awal laga.
Kondisi semakin memburuk ketika Alwi Farhan harus mengakui keunggulan Alex Lainer pada pertandingan kedua. Alwi menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 19-21, memperlebar jarak keunggulan Prancis.
Asa sempat menyala ketika Anthony Sinisuka Ginting berhasil memenangkan gim pertama melawan Toma Junior Popov. Namun, Ginting akhirnya harus mengakui keunggulan lawan setelah melalui pertarungan tiga gim yang sangat ketat, berakhir dengan skor 22-20, 15-21, dan 20-22.
Kepastian tersingkirnya Indonesia diperkuat setelah pasangan ganda putra, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, juga menelan kekalahan. Mereka takluk dari Eloi Adam/Leo Rossi dengan skor identik 19-21 pada kedua gim yang dimainkan.
Satu-satunya poin hiburan bagi kontingen Merah Putih diperoleh pada partai kelima melalui kemenangan ganda Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri atas Christo Popov/Toma Junior Popov. Meskipun demikian, kemenangan ini tidak mampu mengubah nasib pahit Indonesia di Grup D.
