JABARONLINE.COM - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berhasil menunjukkan performa keuangan yang sangat kuat pada periode awal tahun 2026. Kinerja positif ini terlihat jelas dari perolehan laba bersih yang berhasil diamankan perusahaan selama kuartal pertama tahun tersebut.
Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan ini membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,41 triliun. Angka ini merupakan sebuah pencapaian signifikan dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Peningkatan laba bersih yang dicapai ANTM pada kuartal I 2026 mencapai hampir 60%, tepatnya sebesar 59,85%. Pertumbuhan fantastis ini menggarisbawahi soliditas fundamental keuangan perseroan di tengah dinamika pasar komoditas.
Pertumbuhan laba ini secara langsung berdampak pada peningkatan laba per saham (EPS) yang dirasakan oleh para pemegang saham. Pada kuartal I 2026, laba per saham tercatat mencapai Rp141,71 per lembar saham.
Angka tersebut jauh melampaui capaian laba per saham pada kuartal I 2025, yang kala itu hanya berada di level Rp88,69 per saham. Selisih ini menunjukkan peningkatan substansial dalam nilai keuntungan yang dihasilkan per unit saham.
Pertumbuhan laba yang solid ini, sebagaimana disampaikan dalam informasi tertulis, didorong oleh kinerja positif dari salah satu segmen bisnis utama perusahaan, yaitu sektor emas. Harga dan permintaan emas global kemungkinan besar menjadi faktor pendukung utama.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, pencapaian laba bersih sebesar Rp3,41 triliun pada kuartal pertama tahun 2026 ini menegaskan posisi ANTM sebagai salah satu emiten pertambangan dengan performa keuangan yang memuaskan di awal tahun fiskal.
"PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berhasil mengamankan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,41 triliun pada kuartal pertama tahun 2026," demikian disampaikan dalam keterangan resmi perusahaan.
Lebih lanjut, peningkatan performa laba ini juga tercermin dalam angka laba per saham. "Perolehan laba per saham pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp141,71 per saham, jauh melampaui capaian di kuartal I 2025 yang hanya mencapai Rp88,69 per saham," jelas manajemen ANTM.
