JABARONLINE.COM, Jakarta, – Kebahagiaan dan rasa haru menyatu dalam pertemuan para sahabat yang tergabung dalam Dupati 1979, alumni Kelas 2 IPA 3 SMAN IX tahun 1979. Reuni yang digelar pada Selasa (14/4/2026) ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga momentum penuh empati untuk salah satu sahabat mereka, Glen Fordianto.
Di tengah suasana hangat kebersamaan, doa-doa dipanjatkan untuk Glen yang baru saja menjalani operasi bypass jantung di RS Harapan Kita. “Glen sudah jalani operasi tadi pagi, sekarang masih di ruang rawat. Kita menanti kabar baiknya,” ujar Aisyiatul Islamiyah dengan penuh harap.

Sehari sebelumnya, Aisyiatul yang akrab disapa Iis bersama Nina Bancroft, Dewi Rosanti, dan Saraswati sempat menjenguk Glen di rumah sakit.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moril yang menguatkan Glen dan keluarganya.
Dupati, akronim dari 2 IPA 3, dikenal sebagai kelompok alumni yang rutin menjaga silaturahmi. Pertemuan tidak selalu harus mewah, terkadang cukup dengan berkumpul santai di tempat yang disepakati bersama, seperti yang dilakukan kali ini di Simpang Raya Grande kawasan Simatupang, Jakarta Selatan. “Silaturahmi bisa di mana saja,” ungkap Lajuanda, ketua kelas Dupati.
Reuni kali ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Ati Winasti, yang kini dikenal sebagai Nina Bancroft. Ia telah menetap di Kanada sejak 2003 bersama suaminya. Setelah beberapa pekan pulang ke tanah air, Nina dijadwalkan kembali ke Kanada pada 23 April mendatang.
Meski usia para alumni telah menginjak 65 tahun dan mendekati 66 tahun, semangat berkarya tetap menyala. Salah satu di antaranya adalah Samuel Wattimena, yang kini menjabat sebagai anggota Komisi VIII DPR RI dari PDIP, setelah sebelumnya dikenal sebagai perancang mode ternama.
“Salam saja buat teman-teman, saya sedang kunjungan kerja ke Australia,” pesannya.
Selain itu, Roy Genggam Nusantoro juga masih aktif berkarya sebagai fotografer komersial dan tetap dipercaya menangani berbagai klien besar.
Reuni Dupati 1979 menjadi bukti bahwa persahabatan sejati tak lekang oleh waktu. Di tengah kesibukan dan jarak yang memisahkan, mereka tetap saling menguatkan—dalam tawa, kenangan, dan doa.(AS/JO).
