JABARONLINE.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menemukan indikasi manipulasi barang bukti dalam penggeledahan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Lembaga antirasuah ini mendeteksi adanya gerakan terorganisir untuk menghilangkan jejak sebelum penyidik sampai di lokasi penggeledahan. Temuan ini menjadi babak baru dalam pengusutan kasus korupsi yang menyeret instansi di bawah naungan Kementerian Keuangan tersebut.

Penyidik menemukan penggunaan istilah rahasia "bersih-bersih" yang ditujukan untuk mengamankan sebuah rumah aman atau safe house milik oknum terkait. Instruksi tersebut ternyata merupakan perintah darurat untuk segera mengevakuasi tumpukan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar. Upaya ini dilakukan secara sistematis agar aset yang diduga hasil kejahatan tidak disita oleh petugas sebagai alat bukti.

Lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan merupakan tempat penyimpanan sementara yang awalnya dianggap steril dari pantauan aparat penegak hukum. Rumah aman ini diduga kuat menjadi titik krusial untuk menampung aliran dana ilegal yang diterima oleh oknum pejabat Bea Cukai. Namun, kerahasiaan tempat tersebut akhirnya terbongkar setelah tim penyidik KPK melakukan pendalaman intelijen secara intensif.

Pihak berwenang meyakini bahwa pemindahan aset secara mendadak tersebut bertujuan untuk menjauhkan barang bukti dari jangkauan proses persidangan mendatang. Langkah penghilangan barang bukti ini menunjukkan adanya kewaspadaan tinggi atau potensi kebocoran informasi dari pihak internal. KPK kini tengah menelusuri siapa saja individu yang terlibat dalam rantai instruksi pembersihan aset ilegal tersebut.

Penemuan kode rahasia ini memperkuat dugaan adanya praktik gratifikasi dan suap yang berlangsung secara masif di internal institusi tersebut. Skandal ini menambah daftar panjang tantangan integritas yang harus dihadapi oleh lembaga pengelola keuangan negara di Indonesia. Penyelidikan kini diperluas untuk mengidentifikasi aliran dana lain yang kemungkinan telah dipindahkan ke lokasi berbeda.

Tim penyidik terus mengumpulkan keterangan tambahan guna memvalidasi kaitan antara safe house tersebut dengan tersangka utama dalam kasus ini. Berbagai dokumen dan alat komunikasi yang ditemukan di lapangan kini sedang dianalisis secara mendalam melalui teknik digital forensik. KPK berkomitmen untuk tidak memberikan ruang bagi pihak manapun yang mencoba menghalangi jalannya proses hukum.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh jajaran birokrasi mengenai ketegasan penegakan hukum oleh lembaga antirasuah di tanah air. Keberhasilan mengungkap taktik "bersih-bersih" ini diharapkan mampu membuka jalan bagi pembenahan total di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Publik kini menanti langkah selanjutnya dari KPK dalam menetapkan tersangka baru dalam pusaran korupsi ini.

Sumber: Infotren

https://infotren.id/post/terbongkar-kode-rahasia-bersih-bersih-di-safe-house-bea-cukai-incaran-kpk