JABARONLINE.COM - Suasana pagi yang tenang di wilayah Kalimantan Barat seketika berubah menjadi duka mendalam pada Kamis pagi waktu setempat. Sebuah helikopter pribadi dilaporkan mengalami kecelakaan tragis dan jatuh di tengah kawasan hutan yang sangat lebat.
Insiden memilukan ini terjadi di wilayah Kabupaten Sekadau, di mana helikopter tersebut mengudara sebelum akhirnya hilang dari pantauan radar. Peristiwa ini berlangsung sangat singkat, hanya beberapa saat setelah burung besi itu meninggalkan landasan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, helikopter yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan jenis Airbus. Armada udara ini diketahui dioperasikan oleh maskapai Matthew Air Nusantara untuk melakukan penerbangan di wilayah tersebut.
Kronologi kejadian bermula saat helikopter tersebut melakukan proses lepas landas dengan normal di bawah pantauan otoritas setempat. Namun, situasi berubah mencekam ketika komunikasi dengan pihak pengontrol lalu lintas udara terputus secara tiba-tiba.
"Helikopter jenis Airbus yang dioperasikan oleh Matthew Air Nusantara itu diketahui kehilangan kontak dengan pengontrol lalu lintas udara sekitar lima menit setelah lepas landas," dilansir dari BisnisMarket.com.
Kabar mengenai jatuhnya helikopter ini segera memicu pengumuman situasi darurat di seluruh unit terkait. Sebanyak delapan orang yang berada di dalam helikopter tersebut dilaporkan tidak terselamatkan dalam musibah di hutan lebat itu.
Lokasi jatuhnya helikopter yang berada di kawasan hutan belantara menjadi tantangan tersendiri bagi pihak berwenang. Medan yang sulit dijangkau memerlukan koordinasi yang matang untuk melakukan proses evakuasi dan identifikasi terhadap para korban.
Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) segera memberikan respons cepat sesaat setelah sinyal darurat dan titik koordinat teridentifikasi. Mereka langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan langkah-langkah penanganan darurat di lapangan.
Hingga saat ini, pihak terkait masih terus melakukan pemantauan dan pendalaman mengenai penyebab pasti jatuhnya helikopter Airbus tersebut. Peristiwa ini menambah catatan kelam dalam insiden transportasi udara di wilayah Kalimantan Barat.
