JABARONLINE.COM - Pasar prediksi Polymarket, yang kerap dipromosikan sebagai peluang penghasilan sampingan di media sosial, menunjukkan tren kerugian signifikan bagi sebagian besar penggunanya sepanjang awal tahun 2026. Analisis terhadap dompet digital aktif mengungkap ketidakseimbangan besar antara mereka yang meraih untung dan mereka yang mengalami defisit finansial.

Menurut data yang dihimpun, lebih dari 100.000 akun di platform tersebut tercatat mengalami kerugian minimal 1.000 dolar Amerika Serikat sejak awal tahun 2025. Jumlah akun yang merugi ini hampir dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah akun yang berhasil membukukan keuntungan setara di platform yang sama.

Perluasan data menunjukkan bahwa dari total 2 juta dompet digital yang aktif selama periode tersebut, hampir setengahnya hanya mencatatkan pergerakan dana kurang dari 10 dolar AS. Fenomena ini mengindikasikan banyak pengguna baru hanya melakukan eksperimen, namun sebagian besar dari mereka akhirnya tetap mengalami kerugian.

Analisis mendalam dari firma Dune menunjukkan konsentrasi keuntungan terbesar dikuasai oleh sekelompok kecil akun yang teridentifikasi sebagai bot otomatis. Kelompok akun dengan volume perdagangan tinggi ini, meskipun hanya mewakili 5 persen dari total dompet digital, berhasil menguasai 75 persen dari seluruh volume transaksi di Polymarket.

Akun-akun bervolume tinggi tersebut berhasil mengumpulkan keuntungan kolektif senilai 131 juta dolar AS. Lebih spesifik lagi, 823 akun di antaranya masing-masing berhasil mencetak laba bersih melebihi 100.000 dolar AS.

Sebaliknya, seluruh akun dengan volume perdagangan rendah secara agregat mengalami kerugian yang setara, yaitu sejumlah 131 juta dolar AS. Hal ini menunjukkan adanya transfer kekayaan yang signifikan dari investor ritel ke akun-akun otomatis berfrekuensi tinggi.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa, 28 April 2026, perkembangan ini terjadi seiring pertumbuhan pesat pasar prediksi, di mana volume nosional mingguan melonjak dari 500 juta dolar AS pada Juni menjadi hampir 6 miliar dolar AS pada Januari. Pertumbuhan ini menunjukkan minat pasar yang semakin besar terhadap aset berbasis informasi.

Broker Wall Street, Bernstein, memproyeksikan bahwa volume industri pasar prediksi ini berpotensi mencapai 1 triliun dolar AS pada tahun 2030, seiring perluasan cakupan pasar ke sektor olahraga, politik, dan ekonomi global. Proyeksi ini menggarisbawahi potensi jangka panjang meskipun ada tantangan volatilitas saat ini.

Hingga pertengahan April 2026, volume transaksi tahunan gabungan dari platform Polymarket dan Kalshi telah menyentuh angka 60 miliar dolar AS. Pergeseran ini terjadi ketika pasar mata uang kripto mulai mengalami periode pendinginan, yang memicu para mantan pedagang token beralih ke spekulasi di pasar informasi atau pasar prediksi.