JABARONLINE.COM - Penemuan arkeologis signifikan di China tengah baru-baru ini mengungkap kemajuan luar biasa dalam tata kota dan pengelolaan sumber daya air pada masa lampau. Para peneliti berhasil mengidentifikasi jaringan kanal air buatan yang diperkirakan berusia sekitar 4.000 tahun di wilayah tersebut.

Sistem pengelolaan air yang canggih ini ditemukan di situs Wangchenggang, yang berlokasi di Provinsi Henan, China. Temuan ini diyakini memberikan petunjuk penting mengenai fase awal perkembangan peradaban China, khususnya terkait dengan masa Dinasti Xia.

Arkeolog meyakini bahwa kerumitan infrastruktur ini menunjukkan adanya kemampuan organisasi yang tinggi dan perencanaan tata ruang yang matang di kalangan masyarakat kuno tersebut. Pengelolaan air yang terstruktur ini menjadi indikasi kuat adanya pusat permukiman yang terencana.

Tim peneliti berhasil mengidentifikasi dua parit utama yang membentang dari utara ke selatan dengan lebar rata-rata tiga meter dan panjang mencapai 120 meter. Parit-parit ini terhubung secara sistematis ke sebuah saluran drainase induk yang memiliki lebar hingga 10 meter.

Arkeolog Ma Long, yang memimpin penggalian di lokasi tersebut, menjelaskan bahwa penemuan ini bukan sekadar parit biasa, melainkan sebuah sistem terintegrasi. "Parit-parit tersebut memiliki bentuk yang konsisten, menunjukkan tingkat perencanaan, desain, dan standar teknik yang tinggi," kata Ma Long.

Pembangunan jaringan kanal sepanjang itu tentunya membutuhkan upaya kolektif yang masif dari masyarakat pada masa itu. Ma Long lebih lanjut menekankan bahwa konstruksi ini memerlukan pemindahan ribuan meter kubik material tanah untuk mewujudkan standar teknik yang seragam.

Selain saluran utama, para peneliti juga menemukan kanal-kanal pendukung yang lebih kecil, berkisar antara 0,3 hingga satu meter lebarnya. Kanal sekunder ini terhubung langsung dengan struktur bangunan hunian dan tungku di area permukiman.

Saluran-saluran kecil tersebut berfungsi vital untuk mengalirkan air hujan dan limbah domestik secara efisien. Hal ini bertujuan menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan tempat tinggal masyarakat kuno di situs Wangchenggang.

Keberadaan infrastruktur hidrolik yang terorganisir ini memperkuat pandangan bahwa Wangchenggang merupakan pusat peradaban yang kompleks, bukan sekadar pemukiman sederhana. Struktur kanal yang tertata rapi menjadi bukti nyata kapasitas organisasi terpusat.