JABARONLINE.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan kekerasan anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, yang berlokasi di Umbulharjo, Yogyakarta. Peristiwa yang terjadi pada hari Senin, 27 April 2026, ini telah menarik perhatian serius dari tingkat pemerintahan pusat.
Penanganan kasus ini kini sedang diintensifkan melalui koordinasi langsung dengan aparat penegak hukum di tingkat daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua aspek hukum terkait insiden di institusi penitipan anak tersebut dapat ditindaklanjuti secara menyeluruh.
Dilansir dari Detikcom, Pratikno secara eksplisit menyampaikan penyesalan pemerintah atas insiden yang menimpa anak-anak di fasilitas tersebut saat ia ditemui di GIK UGM. Pemerintah berkomitmen untuk mengawal proses hukum yang berjalan agar keadilan dapat ditegakkan.
"Jadi itu kejadian yang memprihatinkan. Jadi concern kami," kata Pratikno, Menko PMK, menegaskan posisi pemerintah yang sangat memperhatikan perkembangan kasus ini.
Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi dan penentuan unsur pidana kepada Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY). Fokus utama saat ini adalah memastikan penyelidikan berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Pratikno mengonfirmasi bahwa komunikasi intensif telah terjalin dengan Kapolda DIY mengenai tindakan yang harus segera diambil terkait kasus ini. "Kami sudah koordinasi dengan pihak kepolisian, sampai dengan kemarin petang saya sudah koordinasi dengan Pak Kapolda mengenai tindakan ini," ucap Pratikno, Menko PMK.
Selain penegakan hukum, Menko PMK juga menekankan pentingnya perhatian terhadap dampak psikologis yang dialami oleh anak-anak korban beserta keluarga mereka. Pemulihan mental menjadi prioritas sekunder setelah aspek legalitas ditangani.
Langkah koordinasi lintas sektoral akan segera dilakukan bersama Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Provinsi DIY guna memfasilitasi layanan pemulihan yang dibutuhkan oleh para pihak terdampak. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik pemerintah dalam menangani krisis tersebut.
Untuk pencegahan di masa mendatang, Pratikno menyebutkan adanya sinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama. Tujuannya adalah memperkuat sistem pengawasan terhadap seluruh lembaga penitipan anak.
