JABARONLINE.COM - Momen beribadah di Masjid Nabawi merupakan puncak kerinduan bagi jemaah haji dari Indonesia saat menjejakkan kaki di Kota Suci Madinah. Masjid yang didirikan langsung oleh Rasulullah SAW ini memiliki keutamaan spiritual yang besar.
Keutamaan shalat di Masjid Nabawi disebutkan jauh lebih baik dibandingkan dengan masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram di Mekkah. Hal ini menjadikan setiap detail fasilitas dan aturan di dalamnya sangat penting untuk diketahui oleh para tamu Allah.
Dilansir dari Cahaya, terdapat berbagai aspek teknis krusial yang perlu dipahami jemaah agar pelaksanaan ibadah mereka berjalan lancar dan nyaman. Ini mencakup pemenuhan kebutuhan hidrasi hingga pengaturan alas kaki selama berada di kompleks masjid.
Salah satu hal mendasar yang harus diperhatikan jemaah adalah mengenai ketersediaan air minum, karena tidak semua titik air di area Masjid Nabawi menyediakan air zamzam. Jemaah diimbau untuk mengenali perbedaan lokasi kedua jenis air tersebut.
Air zamzam umumnya ditempatkan secara spesifik di dalam area utama bangunan Masjid Nabawi. Sementara itu, kran-kran air yang terletak di pelataran masjid biasanya hanya berisi air biasa, berfungsi untuk menjaga hidrasi jemaah di luar ruangan.
Kedua jenis air tersebut dapat diakses dan dikonsumsi oleh seluruh jemaah secara cuma-cuma. Bagi mereka yang hendak meminum air zamzam, sangat disarankan untuk mengawalinya dengan membaca doa sebagai bentuk adab dan mencari keberkahan.
Keamanan serta kerapian alas kaki menjadi prioritas pengurus masjid demi terciptanya kenyamanan kolektif. Jemaah diingatkan untuk selalu menyimpan sandal pada rak-rak yang telah disediakan atau memasukkannya ke dalam plastik transparan sebelum memasuki area shalat.
Pihak pengelola telah menyediakan wadah plastik secara gratis di beberapa titik akses utama. "Pihak pengelola menyediakan wadah berisi plastik gratis di berbagai titik, salah satunya di Pintu 25 atau Bab Khadijah," demikian informasi yang tersedia.
Fasilitas serupa juga tersedia di Bab An-Nisa, yang merupakan akses masuk khusus bagi jemaah perempuan dan ditandai dengan tulisan 'Women Entrance'. Fasilitas ini sangat membantu jemaah agar alas kaki tidak tertukar atau hilang saat ditinggalkan.
