JABARONLINE.COM - Ajang lari ultra bergengsi, Rinjani 100 Ultra 2026, telah usai diselenggarakan pada Minggu, 3 Mei 2026, dengan menampilkan performa luar biasa dari para pelari nasional. Para atlet Indonesia berhasil meraih kemenangan di berbagai kategori, mengukuhkan posisi mereka di tengah persaingan ketat dengan peserta mancanegara.

Pencapaian impresif ini menjadi sorotan utama dalam seremoni penutupan yang diadakan di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan tetapi juga menjadi validasi atas peningkatan kualitas atlet lari ultra di Tanah Air.

Race Director FoneSport, Dian Sukmara, menyambut baik hasil yang diraih oleh para pelari Indonesia dalam kompetisi tahun ini. Ia menegaskan bahwa dominasi di beberapa nomor menunjukkan kesiapan atlet domestik untuk bersaing di panggung internasional.

"Poin yang paling menyenangkan adalah beberapa nomor kategori pelari-pelari Indonesia mampu berada di posisi-posisi puncak. Itu kabar yang menggembirakan buat saya. Jadi bahwa kita juga bisa berlomba, bisa bersaing dengan pelari-pelari dari mancanegara," ujar Dian Sukmara, Race Director FoneSport.

Secara spesifik, dominasi atlet tuan rumah terlihat sangat menonjol pada kategori dengan jarak tempuh yang lebih pendek. Selain itu, para pelari wanita Indonesia juga berhasil mengamankan sejumlah posisi teratas dalam nomor-nomor yang mereka ikuti.

Pada kategori ultra paling menantang, yakni 162 Kilometer, atlet Indonesia bernama Aris Wismoyono berhasil menembus lima besar. Meskipun belum meraih podium tertinggi, posisi kelima ini dianggap sebagai prestasi signifikan di hadapan dominasi pelari elit dunia.

Dian Sukmara kembali menggarisbawahi pentingnya pencapaian ini sebagai batu loncatan untuk masa depan. "Ini kabar menggembirakan bahwa mereka itu bisa bersaing di nomor-nomor pendek. Mungkin ke depan di nomor nomor panjang pelari-pelari kita bisa bersaing. Alhamdulillah di jarak jauh juga pelari Indonesia juga finish atas nama Aris Wismoyono di peringkat kelima dan itu menjadi sebuah prestasi buat kita sebagai tuan rumah," ucap Dian Sukmara, Race Director FoneSport.

Kondisi lintasan Gunung Rinjani yang terkenal variatif dan menantang memberikan ujian berat bagi semua peserta elit yang berpartisipasi. Tantangan alam ini turut menjadi penentu dalam menguji ketahanan fisik dan mental para pelari.

Ke depannya, penyelenggara berharap ajang Rinjani 100 Ultra ini dapat terus menarik lebih banyak atlet elit internasional. Peningkatan partisipasi internasional diharapkan mampu mendorong promosi ajang lari ultra ini semakin mendunia.