JABARONLINE.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan sebuah pengumuman penting mengenai penertiban aset sumber daya alam negara. Pengumuman tersebut disampaikan dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional yang dilaksanakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Peristiwa penting ini terjadi pada hari Rabu, tanggal 1 Mei 2026, di mana Presiden memberikan pidato resmi di hadapan publik mengenai langkah strategis pemerintahannya. Fokus utama pidato adalah keberhasilan penertiban lahan-lahan yang selama ini dikelola tanpa izin yang sah.

Kepala Negara menggarisbawahi bahwa kekayaan alam Indonesia banyak mengalami kerugian signifikan karena adanya pengelolaan yang tidak berizin selama ini. Hal ini menunjukkan adanya masalah serius dalam pengawasan dan pemanfaatan sumber daya alam.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh pemerintah, praktik pembukaan lahan tanpa prosedur resmi telah berdampak negatif pada potensi pendapatan negara. Informasi ini turut menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk mengambil tindakan tegas.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam menertibkan praktik ilegal tersebut setelah menjabat sebagai presiden. Dikutip dari Detik Finance, beliau menyampaikan, "Setelah saya jadi presiden saya belajar, saya lihat data-data, percayalah negara kita sangat kaya. Hanya kekayaannya ini banyak dicolong mereka bikin kebun tanpa izin, banyak bikin tambang tanpa izin."

Sebagai respons terhadap temuan tersebut, otoritas terkait telah mengambil langkah konkret dengan menutup ribuan titik penambangan yang beroperasi tanpa izin di berbagai wilayah Indonesia. Penutupan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan kedaulatan atas sumber daya alam.

Hingga saat ini, pemerintah mengklaim telah berhasil menguasai kembali jutaan hektare lahan yang sebelumnya dikelola secara ilegal oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Angka penguasaan kembali lahan tersebut telah mencapai hampir lima juta hektare.

Presiden Prabowo Subianto secara spesifik menyatakan capaian tersebut dalam pidatonya. Dikutip dari Detik Finance, beliau menegaskan, "Aku sudah ambil alih itu semua, sampai hari ini sudah hampir 5 juta hektare yang kita kuasai kembali, kembali ke rakyat."

Lebih lanjut, pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk melanjutkan upaya pemulihan aset negara hingga akhir tahun 2026. Target tersebut diproyeksikan akan terus meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan.