JABARONLINE.COM - Proses menyeduh kopi sejatinya adalah tahapan ekstraksi yang memerlukan ketelitian tinggi, bukan sekadar mencampurkan bubuk dengan air panas. Salah satu variabel fundamental yang menentukan kualitas akhir minuman adalah suhu air yang digunakan selama proses ekstraksi berlangsung.

Ketika suhu air yang digunakan terlalu tinggi, risiko kopi menjadi sangat pahit akan meningkat signifikan karena terjadi proses ekstraksi berlebihan atau over-extracted. Sebaliknya, penggunaan air dengan suhu yang terlalu rendah juga berdampak buruk, menghasilkan rasa kopi yang cenderung hambar sebab komponen rasa tidak terambil secara maksimal.

Dilansir dari Detikcom melalui Southern Living, terdapat rentang suhu air spesifik yang diyakini para ahli sebagai kondisi ideal untuk menyeduh kopi. Suhu yang direkomendasikan berada dalam kisaran antara 90 hingga 96 derajat Celsius.

Penerapan suhu dalam rentang tersebut dianggap mampu menjamin tercapainya ekstraksi yang optimal tanpa merusak atau mengubah profil rasa asli yang terkandung dalam biji kopi pilihan. Keseimbangan antara aroma dan rasa akan terpelihara dengan baik jika suhu air dijaga sesuai standar ini.

"Standar ini dianggap mampu menghasilkan ekstraksi yang optimal tanpa merusak profil rasa asli dari biji kopi," demikian disampaikan oleh sumber yang dikutip. Keseimbangan rasa dan aroma akan terjaga baik bila rentang suhu tersebut diterapkan dengan konsisten.

Perlu dicatat bahwa hasil akhir seduhan juga sangat dipengaruhi oleh alat yang digunakan, seperti adanya perbedaan karakteristik fundamental antara mesin kopi otomatis dan metode seduh manual yang memerlukan intervensi langsung dari barista.

Selain metode seduh panas konvensional, teknik seduh menggunakan air dingin atau cold brew kini memperoleh popularitas di kalangan penikmat kopi karena menawarkan profil rasa yang berbeda secara signifikan. Metode cold brew melibatkan perendaman bubuk kopi dalam air dingin selama jangka waktu yang panjang, biasanya antara 12 hingga 24 jam.

Setelah masa ekstraksi yang memakan waktu tersebut usai, air kopi yang dihasilkan kemudian harus melalui proses penyaringan untuk memisahkan ampasnya secara tuntas. Kopi yang dihasilkan melalui proses cold brew umumnya memiliki cita rasa yang lebih lembut dan tingkat keasaman yang cenderung lebih rendah.

Karena ekstraksi berlangsung sangat lambat, sensasi pahit yang dominan pada kopi panas biasanya tidak muncul, sehingga tekstur yang dihasilkan terasa lebih ringan di rongga mulut. Perbedaan mencolok antara kedua metode ini terletak pada kecepatan ekstraksi dan karakter rasa yang ditimbulkannya.