BOGOR – Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, menyampaikan empati mendalam kepada mahasiswi korban kekerasan seksual serta keluarganya. Pernyataan tersebut disampaikan melalui video resmi yang diunggah di akun Instagram @ipbofficial Senin, (20/4/2026).
Dalam pernyataannya, Rektor menegaskan bahwa keselamatan, martabat, dan hak setiap individu di lingkungan kampus merupakan prioritas utama. Ia menekankan bahwa seluruh mahasiswa berhak merasa aman tanpa adanya rasa takut terhadap kekerasan, termasuk kekerasan seksual.
“Pendidikan bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang kemanusiaan, saling menghargai, serta melindungi satu sama lain,” ujarnya.
IPB University, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat sistem perlindungan, menyediakan ruang aman, serta memastikan setiap laporan ditangani secara cepat, profesional, dan berkeadilan. Pihak kampus juga telah mengambil langkah-langkah penanganan sesuai prosedur sejak laporan diterima, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Rektor juga memberikan pesan khusus kepada korban agar tidak merasa sendiri. Kampus, kata dia, siap mendampingi dan membantu proses pemulihan.
Selain itu, mahasiswa diajak untuk berani bersuara secara bijak serta saling menjaga satu sama lain. Ia juga menegaskan bahwa IPB University telah menyediakan hotline dan fasilitas penanganan yang memadai untuk kasus kekerasan dan pelecehan seksual.
“Jangan takut untuk melapor. Suara mahasiswa sangat berharga,” tegasnya.
IPB University mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama membangun budaya kampus yang menjunjung tinggi empati, kesetaraan, serta tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Dengan mengusung jargon “IPB Ruang Aman”, kampus berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, berkeadilan, dan berintegritas.***
